Besok, Polda Riau Lakukan Autopsi Jenazah Antoni Tampubolon yang Diduga Tewas Tak Wajar di Tapung

Selasa, 14 Oktober 2025

GILANGNEWS.COM — Kasus kematian Antoni Tampubolon (41), warga Desa Indrapuri, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, yang semula diklaim sebagai korban kecelakaan tunggal, memasuki babak baru.

Setelah lebih dari sebulan menunggu kejelasan, Polda Riau dijadwalkan melakukan autopsi terhadap jenazah Antoni pada Rabu (15/10/2025)di lokasi pemakamannya, Desa Pantai Cermin, Tapung.

Keluarga besar almarhum berharap proses autopsi dapat menjawab misteri di balik kematian Antoni, yang selama ini dianggap janggal.

Sebelumnya, Polsek Tapung menyimpulkan Antoni meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tunggal. Namun, pihak keluarga menolak hasil tersebut karena menemukan sejumlah keanehan pada tubuh korban.

“Saya istri korban sangat kehilangan. Almarhum suami saya orangnya sangat peduli dengan keluarga. Hati kami terluka saat melihat jenazahnya dimasukkan ke dalam peti. Lidahnya menjulur keluar, matanya melotot dan tidak seperti korban lakalantas,” ujar Nursanti Lubis, istri korban, dengan suara bergetar, Selasa (14/10/2025).

Ditemukan Tanpa Luka Berat, Motor Utuh

Kecurigaan keluarga muncul setelah melihat kondisi jenazah dan barang bukti. Menurut Nursanti, tidak ditemukan luka serius di tubuh Antoni yang lazim terjadi pada korban kecelakaan lalu lintas.
?“Pada kaki dan lengannya tidak ada luka sama sekali. Motor suami saya juga tidak rusak,” jelasnya.

Sebaliknya, keluarga menemukan sejumlah luka mencurigakan. Di belakang telinga kiri terdapat benjolan dan darah mengucur deras. Leher korban juga memperlihatkan bekas seperti cekikan, sementara dada kirinya tampak memar. Temuan itu turut tercantum dalam hasil visum Puskesmas Tapung.

Pergi Karaoke, Pulang Tak Bernyawa

Keluarga menuturkan, pada malam sebelum kejadian, sekitar pukul 23.00 WIB, Antoni pergi keluar rumah mengendarai sepeda motor bersama tiga orang tetangganya untuk berkaraoke di kawasan Flamboyan. Keesokan paginya, tubuhnya ditemukan telungkup di parit Jalan Lintas Indrapuri.?“Besar kemungkinan tempat itu hanya lokasi pembuangan mayat,” kata Nursanti lirih.

Penanganan Polsek Tapung Dipertanyakan

Pihak keluarga menilai penanganan awal Polsek Tapung tidak dilakukan sesuai prosedur. Mereka menduga tidak ada olah tempat kejadian perkara (TKP) yang semestinya dilakukan jika ditemukan korban meninggal.

“Polsek langsung menyimpulkan kematian suami saya sebagai laka tunggal tanpa pemeriksaan menyeluruh. Kami sudah beberapa kali datang ke Polsek membawa saksi, tapi tak ada kejelasan,” ujarnya.

Karena merasa kecewa, keluarga besar Tampubolon dan Marga Lubis akhirnya menyurati Kapolda Riau untuk meminta dilakukan autopsi. Permohonan itu dikabulkan, dan tim dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau dijadwalkan turun langsung pada Rabu besok.

Harapan Keluarga: Kebenaran Terungkap

Keluarga berharap autopsi tersebut menjadi jalan terang untuk mengungkap penyebab kematian Antoni.
“Kami hanya bisa berdoa dan berharap Tuhan memberi kekuatan. Semoga autopsi ini menjawab penyebab kematian suami saya yang sudah sebulan lebih kami pertanyakan,” kata Nursanti.

Keluarga besar meyakini pihak Kepolisian mampu bekerja profesional dan transparan dalam menangani kasus ini. Mereka menunggu hasil autopsi dengan penuh harapan agar kebenaran dapat terungkap dan keadilan ditegakkan.