Senator Arif Eka Saputra Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI di Rokan Hulu

Selasa, 28 Oktober 2025

Anggota DPD/MPR RI asal Riau, Arif Eka Saputra, S.Pi, memberikan kuliah umum tentang Empat Pilar MPR RI di hadapan ratusan mahasiswa Institut Sains Al-Qur’an (ISQ) Syekh Ibrahim, Rokan Hulu, Minggu (26/10/2025).


GILANGNEWS.COM - Di tengah tantangan krisis moral dan menurunnya pemahaman nilai kebangsaan di kalangan generasi muda, Anggota DPD/MPR RI asal Riau, Arif Eka Saputra, S.Pi, mengingatkan pentingnya menanamkan kembali semangat kebangsaan yang berlandaskan pada Empat Pilar MPR RI.

Pesan itu disampaikan Arif saat memberikan kuliah umum bertajuk Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Institut Sains Al-Qur’an (ISQ) Syekh Ibrahim, Kabupaten Rokan Hulu, Minggu (26/10/2025).

Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa dan dihadiri Rektor ISQ Syekh Ibrahim, Hamdi Pranata, M.Ud, beserta jajaran dosen dan tenaga pengajar.

Dalam pemaparannya, Arif menegaskan bahwa empat pilar kebangsaan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan pondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Empat Pilar kebangsaan adalah pedoman moral dan arah kebijakan dalam menjaga keutuhan serta persatuan bangsa. Di atas pijakan inilah bangsa Indonesia berdiri kokoh,” ujar Arif di hadapan peserta.

Senator muda asal Riau itu menilai, mahasiswa sebagai generasi Qurani harus memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan, nilai religius, dan wawasan kebangsaan. Sebab, pemahaman terhadap empat pilar menjadi bekal penting dalam menapaki kehidupan sosial dan profesional.

“Saat adik-adik nanti memasuki dunia kerja, baik di instansi pemerintahan maupun swasta, nilai-nilai kebangsaan dan etika bernegara akan selalu menjadi ukuran. Empat Pilar MPR RI ini mengajarkan bagaimana hidup yang baik dan benar sebagai warga negara Indonesia,” jelasnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif. Dalam sesi tanya jawab, seorang mahasiswa, Rahmat Khusairi, bertanya mengapa dasar kebangsaan disebut empat pilar, bukan lima atau enam.

Menjawab hal itu, Arif menjelaskan bahwa empat pilar dipilih karena masing-masing memiliki fungsi yang saling melengkapi dan memperkuat.

“Pancasila sebagai ideologi, UUD 1945 sebagai konstitusi dan sumber hukum tertinggi, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu. Semuanya saling berkaitan agar bangsa tetap stabil, berdaulat, dan makmur,” terang Arif.

Acara yang berlangsung penuh antusiasme itu ditutup dengan sesi foto bersama antara Arif Eka Saputra, jajaran dosen, dan para mahasiswa ISQ Syekh Ibrahim.

Arif berharap, kegiatan seperti ini mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya berilmu dan berakhlak, tetapi juga melek konstitusi, cinta tanah air, dan siap menjaga keutuhan NKRI.

“Bangsa besar lahir dari generasi yang memahami dasar dan arah negaranya. Mari kita jaga Pancasila dan nilai kebangsaan sebagai warisan dan amanah bersama,” pungkasnya.