
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Penyertaan Modal DPRD Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka
GILANGNEWS.COM — Ketua Panitia Khusus (Pansus) Penyertaan Modal DPRD Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka, menegaskan bahwa PT BPR Pekanbaru Madani (Perseroda) telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam tata kelola, manajemen, serta kesehatan keuangan.
Menurutnya, penambahan penyertaan modal dari Pemerintah Kota Pekanbaru merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran BPR sebagai penggerak ekonomi rakyat, terutama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“BPR Pekanbaru Madani sudah berbenah. Manajemen diperbaiki, pengawasan diperkuat, dan arah bisnisnya kembali ke tujuan utama yaitu membantu UMKM dan masyarakat kecil. Karena itu, penyertaan modal ini penting dan harus segera dilakukan,” ujar Rizky Bagus Oka, Sabtu (26/10).
Rizky menjelaskan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan bahwa BPR Pekanbaru Madani kembali berstatus pengawasan normal melalui Keputusan Kepala OJK Provinsi Sumatera Nomor KEP-116/KO.15/2025.
?Status ini, kata Rizky, menjadi bukti bahwa BPR telah pulih dan layak diperkuat melalui penyertaan modal daerah.
“OJK sudah menyatakan BPR Madani sehat. Ini capaian besar dan menjadi dasar kuat bagi pemerintah dan DPRD untuk memberikan dukungan modal secara terukur,” tegasnya.
Hasil kajian Pansus DPRD menunjukkan bahwa modal dasar BPR seharusnya mencapai Rp50 miliar, sementara yang sudah terealisasi baru sekitar Rp8 miliar.?Karena itu, DPRD merekomendasikan agar penambahan penyertaan modal dilakukan bertahap selama dua tahun sebesar Rp4 miliar pada tahun 2026 dan Rp6 miliar pada tahun 2027.
“Tambahan modal ini diarahkan untuk memperluas pembiayaan bagi UMKM dan ekonomi produktif, bukan untuk menutup defisit. Kita ingin BPR benar-benar jadi motor ekonomi rakyat,” jelas Rizky.
Dalam catatan DPRD, BPR Pekanbaru Madani menjadi satu-satunya BUMD milik Pemko Pekanbaru yang masih mencatatkan keuntungan.?
Meski laba yang dihasilkan belum besar, capaian ini dinilai menjadi bukti kemampuan BPR untuk bertahan dan berkembang secara mandiri.
“Faktanya, BPR Madani satu-satunya BUMD yang masih mencatatkan profit. Ini bukti bahwa lembaga ini punya potensi besar jika dikelola dengan profesional dan didukung modal yang cukup,” tambahnya.
Selain dukungan modal, Pansus DPRD juga merekomendasikan penguatan tata kelola dan pengawasan melalui audit rutin dua kali setahun serta pembentukan tim pengawas bersama antara Pemko, DPRD, Inspektorat, dan BPKP.
?Proses seleksi Direktur Utama BPR pun diharapkan menghasilkan sosok profesional dan berintegritas tinggi.
“DPRD ingin memastikan setiap rupiah penyertaan modal ini kembali ke rakyat melalui pembiayaan produktif dan ekonomi lokal yang tumbuh,” ujar Rizky.
Sebagai Ketua Kadin Pekanbaru dan tokoh muda yang aktif mendorong UMKM serta ekonomi kreatif, Rizky menilai penyertaan modal bukan sekadar keputusan administratif, tetapi komitmen moral untuk membangun ekonomi rakyat yang mandiri.
“Penyertaan modal ini menyuntikkan semangat baru bagi kebangkitan ekonomi rakyat. Kita ingin BPR Madani tumbuh sehat, profesional, dan berpihak pada masyarakat,” tutupnya.