
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Abu Bakar
GILANGNEWS.COM - Sekretaris Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Abu Bakar menyoroti maraknya perbincangan masyarakat terkait penyebaran virus influenza yang belakangan menjadi perhatian publik.
Meskipun Dinas Kesehatan Provinsi Riau memastikan belum ditemukan kasus terbaru sejak laporan terakhir pada 19 September 2025 lalu, namun ia menilai pemerintah tidak boleh abai.
Menurutnya, langkah antisipasi harus terus dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran virus tersebut di wilayah Pekanbaru.
“Masyarakat mulai resah karena banyak membaca kabar tentang virus influenza. Walaupun belum ada kasus baru di Riau, Pemko Pekanbaru tetap harus mengambil langkah pencegahan dan pengawasan di lapangan,” ujar Abu Bakar, Kamis (6/11/2025).
Ia meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan untuk memperketat pengawasan di fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, perkantoran, hingga tempat umum yang ramai dikunjungi warga.
Ia juga mendorong peningkatan sosialisasi mengenai pola hidup bersih dan sehat agar masyarakat tidak panik, namun tetap waspada.
Selain itu, ia turut mengimbau masyarakat agar menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, serta menggunakan masker jika sedang tidak enak badan.
“Masyarakat harus bisa menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Jangan menunggu sakit baru berobat. Gunakan masker kalau flu, jaga kebersihan tangan, dan segera periksa ke puskesmas bila ada gejala demam,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya terkait virus influenza, dan lebih baik mengacu pada data resmi dari Dinas Kesehatan atau pemerintah.
“Sekarang banyak informasi beredar di media sosial yang belum tentu benar. Masyarakat jangan mudah panik, tapi tetap waspada dan cari informasi dari sumber yang bisa dipercaya,” tegasnya.
Ia berharap koordinasi antara Pemko Pekanbaru dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau terus diperkuat, terutama dalam sistem deteksi dini dan kesiapsiagaan tenaga medis jika sewaktu-waktu muncul kasus baru.
“Koordinasi lintas sektor ini penting. Kita belajar dari pengalaman sebelumnya, di mana keterlambatan deteksi bisa memperburuk situasi,” tutupnya.