
Ketua DPC Gerindra Kota Pekanbaru, Andry Saputra
GILANGNEWS .COM— Wacana Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, untuk bergabung ke Partai Gerindra menuai gelombang penolakan dari daerah.
Suara tegas datang dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kota Pekanbaru, yang secara terbuka meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) agar tidak menerima Budi Arie sebagai kader partai.
Ketua DPC Gerindra Kota Pekanbaru, Andry Saputra, menilai langkah Budi Arie bergabung ke Gerindra tidak tepat dan berpotensi menimbulkan gesekan di tubuh partai.
Ia menyebut, kehadiran figur dari luar yang belum berproses sejak awal bisa mengganggu soliditas dan semangat juang kader lama yang telah membesarkan partai dari bawah.
“Kami dengan tegas menolak rencana bergabungnya Pak Budi Arie ke Gerindra. Ini bukan persoalan pribadi, tapi soal menjaga marwah perjuangan kader lama yang sudah setia sejak awal,” tegas Andry saat diwawancarai, Jumat (7/11).
Andry menambahkan, sikap penolakan ini bukan bentuk perlawanan terhadap keputusan DPP, melainkan aspirasi tulus dari akar rumput. Ia menyebut, suara kader di daerah perlu dihormati karena mereka adalah garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan semangat perjuangan partai.
“Kami menghormati beliau sebagai tokoh relawan. Namun sebaiknya tetap melanjutkan kiprahnya di Projo, di mana kontribusinya sudah jelas dan dikenal luas. Gerindra akan terus fokus pada perjuangan bersama rakyat,” ujar Andry.
Lebih jauh, Andry menekankan bahwa Gerindra di Pekanbaru kini tengah memusatkan perhatian pada program-program nyata yang menyentuh kepentingan masyarakat.
Bagi DPC, setiap energi partai seharusnya diarahkan untuk memperkuat kerja sosial dan politik, bukan pada isu yang bisa memicu kegaduhan internal.
“Gerindra masih punya pekerjaan besar untuk rakyat. Fokus kami adalah memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan hal-hal yang justru menimbulkan perpecahan,” katanya menutup pembicaraan dengan nada tegas.