
Zulkardi
GILANGNEWS.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyampaikan bahwa progres perbaikan infrastruktur jalan di Kota Pekanbaru terus menunjukkan hasil signifikan. Dari puluhan ruas jalan yang menjadi target, sekitar 80 persen di antaranya telah rampung dikerjakan.
Namun di tengah upaya tersebut, persoalan klasik kembali muncul, banyak ruas jalan yang diperbaiki justru tidak dibarengi pembangunan drainase yang memadai.
Menanggapi itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Zulkardi menegaskan, perbaikan jalan seharusnya tidak bisa berdiri sendiri tanpa kajian drainase yang matang.
“Kurang lebih ada 29 titik overlay. Namun setiap pembangunan infrastruktur jalan itu harus melalui kajian yang matang. Salah satu kajiannya adalah drainase. Jalan dan drainase itu satu kesatuan,” ujar Zulkardi, Kamis (4/12/2025).
Ia menilai, tanpa adanya drainase yang baik, proyek overlay hanya akan menjadi pemborosan anggaran karena air tidak memiliki aliran jelas dan pada akhirnya mempercepat kerusakan jalan.
“Selama ini kita lihat, jalannya dibangun, tapi drainase kiri kanannya tidak ada. Ya maaf saja, itu sama saja membuang anggaran. Air itu kan butuh jalur. Tidak mungkin dibiarkan menggenangi jalan. Harus ada drainase dari hulu ke hilir agar konstruksi jalan tidak cepat rusak,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya sebagai lembaga pengawas terus mengingatkan Pemko Pekanbaru dan OPD terkait agar setiap proyek jalan wajib disertai perencanaan drainase.