DPRD Pekanbaru Desak Penertiban Kabel Optik Semrawut, Minta Satgas Segera Bertindak

Kamis, 12 Februari 2026

Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Robin Eduar

GILANGNEWS.COM - Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Robin Eduar, mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk segera menertibkan kabel-kabel optik yang dinilai semakin semrawut dan mengganggu estetika kota.

Menurutnya, Pemko sebelumnya telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menangani persoalan kabel optik. Namun, ia menegaskan bahwa pembentukan satgas tersebut harus diikuti dengan langkah konkret di lapangan.

“Untuk kabel optik itu kan sudah ada dibentuk satgasnya. Nah, ini yang kita tunggu. Kita ingin lihat kerja nyata dari tim satgas itu. Jangan hanya dibentuk saja, tapi kita mau liat actionnya,” ujar Robin, Kamis (12/2/2026).

Ia menilai, keberadaan kabel optik yang tidak tertata rapi, terutama yang tidak memiliki izin resmi, harus segera ditertibkan.

Selain merusak estetika kota, kondisi tersebut juga dinilai tidak memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau memang salah ya tertibkan saja, apalagi yang tidak berizin. Jangan sampai merusak wajah Kota Pekanbaru, tapi PAD nya juga tidak jelas,” ujarnya.

Ia turut menyoroti wacana pemindahan kabel optik di bawah tanah sebagai solusi jangka panjang. Ia menyebut skema konsorsium bisa menjadi opsi realistis untuk merealisasikan hal tersebut.

“Sebenarnya bisa saja kabel itu dibuat di bawah tanah. Tapi bisa dibangun secara bersama, seperti konsorsium. Siapa yang membangun, lalu siapa yang mau pakai bisa menyewa di situ,” jelasnya.

Dikatakannya, dengan sistem tersebut, seluruh kabel baik kabel optik maupun utilitas lainnya dapat ditempatkan dalam satu jalur bawah tanah, sehingga tidak lagi bergelantungan di atas jalan dan tiang-tiang kota.

“Kita sarankan seperti itu, supaya tidak ada lagi kabel di atas yang membuat kota ini semrawut. Selain itu, pemasangan yang sembarangan juga sangat berbahaya bagi masyarakat, terutama pengguna jalan,” tambahnya.

Politisi PDIP ini juga mendorong agar ke depan tidak hanya kabel optik, tetapi juga kabel listrik milik PLN dapat ditanam di bawah tanah, khususnya di kawasan-kawasan pengembangan baru di Pekanbaru.

“Kalau untuk kawasan kota yang baru, langsung saja dipasang di bawah tanah. Jadi dari awal sudah tertata rapi,” katanya.

Ia juga mengaitkan persoalan kabel di udara dengan minimnya ruang hijau di Pekanbaru. Menurutnya, keberadaan kabel di atas kerap menjadi alasan pemangkasan pohon secara berlebihan karena dikhawatirkan menyentuh kabel listrik.

“Pekanbaru ini kan kurang penghijauan. Kalau kabel masih di atas, pohon takut menyentuh kabel, akhirnya pohon yang dikorbankan, dipotong sembarangan. Kalau kabel ditanam di bawah, pohon bisa tumbuh bebas,” jelasnya.

Dengan penataan yang lebih modern dan terintegrasi, ia berharap Pekanbaru dapat bertransformasi menjadi kota yang lebih indah, aman, nyaman, sekaligus lebih sejuk melalui penambahan ruang hijau.

“Sekarang kita rasakan sendiri, Pekanbaru ini panas. Kalau pohon lebih banyak dan tumbuh dengan baik, mudah-mudahan suhu di Pekanbaru bisa turun. Seperti yang sudah dilakukan di Batam dan Surabaya,” pungkasnya.