Siswa MI Al Bukhari Pekanbaru Raih Emas di PEKOPI 2026, Aksi Rafka Jadi Sorotan

Selasa, 07 April 2026

Rafka Harzula Al-Ghazali berfoto bersama Agung Nugroho dan istri usai meraih medali emas di ajang PEKOPI 2026.

Murid MI Al Bukhari Pekanbaru Tampil Gemilang di Ajang Internasional

GILANGNEWS.COM Tepuk tangan belum benar-benar reda ketika seorang anak kecil meluncur di lintasan dengan percaya diri. Langkahnya ringan, wajahnya tenang namun yang terjadi berikutnya membuat penonton tak berhenti bersorak.

Momen itu terjadi di penutupan Pekanbaru Open International 2026 (PEKOPI 2026) di Sport Centre Tenayan, Minggu (5/4/2026), tepat di lintasan yang baru saja diresmikan sebagai Lintasan Kencana oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho.

Di tengah ramainya atlet dan penonton, satu nama tiba-tiba mencuri perhatian Rafka Harzula Al-Ghazali.

Siswa kelas 2 MI Al Bukhari Pekanbaru itu tampil di hadapan Wali Kota dan ratusan pasang mata yang menyaksikan. Dengan tubuh mungil dan wajah polos, Rafka justru menunjukkan sesuatu yang tak terduga.

Ia melaju tanpa ragu.

Di nomor pemula 200 meter, Rafka yang dikenal dengan tubuh “gemoy”-nya justru tampil santai, stabil, dan mampu meninggalkan lawan-lawannya hingga menyentuh garis finis di posisi pertama.

Penonton pun dibuat takjub.

Sorak sorai pecah, bukan hanya karena kemenangan, tetapi karena cara ia melakukannyatenang, percaya diri, dan seolah tanpa beban.

Namun kisah Rafka tidak berhenti di situ.

Bocah yang mulai berlatih sepatu roda sejak usia 4,5 tahun ini ternyata menyimpan mimpi besar. Di balik senyum polosnya, ia bercita-cita menjadi atlet profesional bahkan suatu hari ingin menjadi Presiden.

Sebuah mimpi yang mungkin terdengar sederhana, tetapi terasa begitu kuat ketika diucapkan dengan keyakinan seorang anak.

“Dapat medali emas,” ucapnya penuh senyum kepada orang tuanya usai lomba.

Tak hanya emas di nomor 200 meter, Rafka juga meraih medali perunggu di nomor 100 meter menambah daftar pencapaian kecil yang berarti besar dalam perjalanan awalnya.

Usai pertandingan, momen hangat pun terjadi. Wali Kota Pekanbaru terlihat tersenyum saat berfoto bersama Rafka.

“Badan gemoy tapi lincah main sepatu roda,” ujarnya sambil disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Kalimat sederhana itu seakan menjadi simbol bahwa di lintasan Kencana, bukan hanya kecepatan yang dihargai tetapi juga semangat, keberanian, dan mimpi.

Di antara riuhnya kejuaraan internasional, Rafka mungkin hanyalah satu dari sekian banyak atlet. Namun hari itu, ia berhasil mencuri perhatian dan mungkin, mengingatkan semua orang bahwa setiap juara besar selalu memulai dari langkah kecil.

Dan siapa sangka, dari lintasan kecil di Pekanbaru, mimpi besar itu mulai berlari.