DPRD Pekanbaru Soroti Banjir, Minta Penanganan Drainase Diprioritaskan

Senin, 20 April 2026

Rois

GILANGNEWS.COM - Tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru dalam beberapa hari terakhir kembali memicu genangan air hingga banjir di sejumlah wilayah. Kondisi ini mendapat sorotan dari ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Rois, yang menilai penanganan banjir harus segera dipercepat dan lebih terarah.

Menurutnya, persoalan banjir sejatinya telah menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru pada tahun anggaran 2026, khususnya dalam pembenahan sistem drainase. Bahkan, alokasi anggaran untuk sektor tersebut disebut cukup besar sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mengatasi persoalan yang kerap berulang setiap musim hujan.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya penentuan skala prioritas dalam realisasi program tersebut. Pemerintah diminta untuk mendahulukan penanganan di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir, agar penggunaan anggaran benar-benar efektif dan tepat sasaran.

“Jangan sampai infrastruktur yang baru saja diperbaiki, seperti jalan yang pada 2025 sudah di overlay dan kondisinya sudah bagus, justru kembali rusak karena tergenang air terlalu lama,” ujar Rois, Senin (20/4/2026).

Rois menjelaskan, genangan air yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan kerusakan jalan lebih cepat, seperti permukaan yang terkelupas hingga bergelombang. Kondisi ini dinilai sangat merugikan, karena anggaran yang seharusnya digunakan untuk pembangunan baru justru terserap kembali untuk perbaikan ulang.

Ia mengingatkan, jika persoalan banjir tidak ditangani secara serius dan terencana, maka dampaknya tidak hanya pada kenyamanan masyarakat, tetapi juga pada efektivitas penggunaan anggaran daerah.

“Akibatnya, rencana peningkatan kualitas jalan di tahun berjalan bisa saja tidak memberikan dampak signifikan, karena harus mengulang perbaikan di titik yang sama. Ini tentu sangat disayangkan,” tambahnya.

Untuk itu, ia mendorong Pemko Pekanbaru agar memaksimalkan anggaran yang tersedia dengan fokus pada penanganan titik-titik rawan banjir secara prioritas, sehingga hasil pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.