
Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Meiza Ningsih
GILANGNEWS.COM - Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Meiza Ningsih, menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Pekanbaru. Lonjakan harga tersebut terutama terjadi pada komoditas cabai, bawang, dan sejumlah sayuran.
Menurutnya, kondisi ini tidak terlepas dari Kota Pekanbaru yang masih tergolong sebagai daerah konsumtif, bukan daerah produktif dalam penyediaan bahan pangan pokok. Ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memicu fluktuasi harga di pasaran.
"Sejak awal, kita Komisi II mendorong adanya ketahanan pangan di daerah kita. Kita ini daerah konsumtif, bukan daerah produktif penghasil bahan-bahan pokok, jadi kita sangat bergantung pada pasokan dari luar," ujar Meiza, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, program 'Aman Bertani' yang telah dicanangkan oleh Walikota dan Wakil Walikota perlu terus diperkuat. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan daerah, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan dalam kondisi darurat.
"Dengan adanya program pertanian itu, kita harapkan daerah ini bisa lebih mandiri, minimal untuk kebutuhan yang sifatnya emergensi," jelasnya.
Selain itu, dr Meiza juga menyoroti panjangnya rantai distribusi sebagai salah satu penyebab tingginya harga di tingkat konsumen. Ia menilai, pemangkasan jalur distribusi akan sangat berpengaruh dalam menekan lonjakan harga.
Ia pun meminta seluruh pihak terkait, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan hingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), untuk bersinergi dalam mengendalikan inflasi daerah. Menurutnya, pengendalian harga tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja, melainkan harus melibatkan lintas instansi.
Lebih lanjut, Politisi PKS ini menekankan pentingnya kesiapan langkah-langkah darurat dalam menghadapi gejolak harga.
"Tentu ada langkah-langkah emergensi yang harus dipersiapkan agar tidak terjadi hal-hal berulang terhadap suatu kasus. Kita sudah punya SOP nya, jadi ketika terjadi lonjakan harga, penanganannya harus dijalankan dengan otomatis," pungkasnya.