Nawakara Dorong Transformasi Industri AI, Dino B. Hindarto: Indonesia Harus Siap Menjadi Pemimpin

Jumat, 08 Mei 2026

SINGAPURA — Transformasi industri berbasis Artificial Intelligence (AI) menjadi perhatian utama dalam ajang Global AI+IoT Ecology Summit 2026 yang berlangsung di Pan Pacific Singapore. Forum internasional tersebut mempertemukan para pemimpin industri, pakar teknologi AI dan Internet of Things (IoT), serta ratusan pelaku bisnis dari berbagai negara untuk membahas arah masa depan industri global di tengah percepatan digitalisasi.

Dalam forum itu, President Director & CEO PT Nawakara Perkasa Nusantara?, Dino B. Hindarto, tampil sebagai keynote speaker dengan membawakan materi bertajuk “AI Impact on Our Industry and How Indonesia Prepares for the Challenge”. Kehadiran Dino menjadi representasi Indonesia dalam diskusi strategis mengenai dampak AI terhadap industri modern dan kesiapan negara berkembang menghadapi era otomatisasi.

Acara yang diselenggarakan oleh Zhejiang Entrepreneurs Center itu dihadiri lebih dari 300 delegasi bisnis internasional. Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari implementasi AI di sektor manufaktur, keamanan, layanan digital, hingga penguatan ekosistem industri berbasis data.

Dalam paparannya, Dino menyebut dunia saat ini tengah memasuki fase transformasi besar yang dampaknya disejajarkan dengan revolusi listrik dan internet. Menurut dia, AI tidak lagi dipandang sebagai teknologi masa depan, melainkan sudah menjadi fondasi baru dalam menjalankan bisnis dan industri modern.

“AI memungkinkan kita beralih dari sistem kerja yang reaktif menjadi prediktif dan preventif. Ini mengubah cara kita mengelola risiko, meningkatkan efisiensi operasional, serta memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik,” ujar Dino dalam pidatonya.

Ia menjelaskan, pemanfaatan AI di sektor keamanan dan layanan telah membuka peluang besar dalam meningkatkan akurasi analisis, mempercepat pengambilan keputusan, hingga mengoptimalkan produktivitas perusahaan. Berbagai pekerjaan yang bersifat repetitif kini mulai digantikan sistem otomatisasi, sementara sumber daya manusia diarahkan pada fungsi strategis seperti kepemimpinan, inovasi, dan pengelolaan relasi.

Meski demikian, Dino menekankan bahwa transformasi digital tidak hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga kesiapan manusia dalam beradaptasi terhadap perubahan.

“AI tidak menggantikan kepemimpinan, etika, dan tanggung jawab. Justru AI memperkuat peran mereka yang siap, dan menjadi tantangan bagi yang tidak siap,” katanya.

Dino juga memaparkan empat pilar utama kesiapan Indonesia dalam menghadapi era AI. Pertama, bonus demografi dengan dominasi generasi muda yang dinilai cepat beradaptasi terhadap perkembangan teknologi digital. Kedua, peningkatan literasi AI dan program reskilling tenaga kerja melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor industri.

Pilar ketiga adalah pertumbuhan ekosistem digital nasional yang terus berkembang melalui pembangunan infrastruktur cloud, pusat data, startup teknologi, hingga pusat inovasi yang memperluas akses teknologi bagi pelaku usaha. Sementara pilar keempat menitikberatkan pada penguatan regulasi dan tata kelola AI agar penerapannya tetap etis, aman, dan bertanggung jawab, terutama terkait perlindungan data serta keamanan siber.

Menurut Dino, keberhasilan Indonesia di era AI tidak hanya ditentukan oleh kecepatan mengadopsi teknologi, tetapi juga kemampuan memanfaatkannya secara bijaksana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“AI bukan ancaman bagi industri kita. Yang menjadi ancaman adalah sikap terlena. Jika kita mampu menggabungkan teknologi dengan talenta, inovasi dengan etika, serta kecepatan dengan tujuan yang jelas, Indonesia tidak hanya akan beradaptasi tetapi juga memimpin di era AI,” ujarnya.

Partisipasi Nawakara dalam forum global tersebut sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam mengembangkan inovasi keamanan berbasis teknologi dan memperkuat kolaborasi internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Didirikan pada 9 November 1996, Nawakara dikenal sebagai perusahaan penyedia solusi keamanan terintegrasi yang memiliki layanan mulai dari physical security, konsultasi dan pelatihan, pengamanan transportasi barang berharga, hingga solusi operasional harian berbasis teknologi. Perusahaan itu terus mendorong transformasi layanan keamanan modern melalui pendekatan digital dan inovasi berbasis AI.

Melalui momentum Global AI+IoT Ecology Summit 2026, Indonesia diharapkan mampu mempercepat transformasi digital secara strategis dan berkelanjutan, menjadikan AI sebagai motor penggerak industri masa depan yang lebih cerdas, aman, dan kompetitif.