
JAKARTA, Gilangnews.com - Transformasi digital yang semakin masif telah mendorong perusahaan mengintegrasikan berbagai sistem dan aplikasi guna meningkatkan efisiensi operasional serta mempercepat proses bisnis. Namun, di balik kemudahan tersebut, ancaman keamanan siber yang berasal dari vendor dan mitra integrasi (third-party) kini menjadi perhatian serius.
Ketergantungan organisasi terhadap layanan eksternal seperti cloud computing, sistem pembayaran digital, aplikasi kolaborasi, hingga platform manajemen data menciptakan ekosistem yang saling terhubung. Kondisi ini membuat satu celah keamanan pada vendor atau mitra bisnis berpotensi menjadi pintu masuk serangan yang dapat memengaruhi keseluruhan sistem perusahaan.
PT Nawakara Perkasa Nusantara menilai bahwa keamanan platform integrasi harus menjadi bagian utama dari strategi manajemen risiko digital. Menurut perusahaan yang bergerak di bidang keamanan dan teknologi tersebut, perlindungan tidak lagi cukup hanya berfokus pada sistem internal, melainkan juga mencakup seluruh pihak yang terhubung dalam ekosistem digital perusahaan.
Product Solution Division Head Nawakara, Teguh Prabowo, mengatakan bahwa pola serangan siber saat ini semakin berkembang dan banyak memanfaatkan rantai pasok digital sebagai titik masuk ke dalam sistem organisasi. Ia menekankan pentingnya visibilitas yang lebih baik terhadap risiko yang berasal dari pihak ketiga.
“Keamanan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab tim internal, tetapi juga harus mencakup pengelolaan risiko pada seluruh ekosistem digital yang terhubung dengan organisasi,” ujar Teguh.
Ia menjelaskan, pendekatan keamanan yang efektif tidak hanya mengandalkan teknologi. Tata kelola yang baik, proses evaluasi vendor, pengawasan akses, serta pemantauan berkelanjutan terhadap aktivitas integrasi juga menjadi faktor penting dalam membangun pertahanan siber yang kuat.
Untuk membantu perusahaan menghadapi tantangan tersebut, Nawakara menawarkan berbagai layanan keamanan siber yang mencakup security assessment, manajemen risiko, security monitoring, hingga konsultasi tata kelola keamanan informasi. Langkah-langkah tersebut bertujuan membantu organisasi mengidentifikasi potensi risiko sejak dini sekaligus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang.
Di tengah percepatan digitalisasi di berbagai sektor industri, penguatan keamanan platform integrasi dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan bisnis, melindungi data, serta membangun kepercayaan para pemangku kepentingan. Dengan pendekatan preventif dan kolaboratif, perusahaan diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Tentang Nawakara
Nawakara Perkasa Nusantara merupakan perusahaan keamanan yang berdiri pada 9 November 1996 dan dikenal melalui layanan keamanan terintegrasi yang mencakup keamanan fisik, konsultasi dan pelatihan, pengelolaan barang berharga dalam perjalanan, serta solusi operasional harian. Perusahaan mengusung konsep layanan keamanan menyeluruh (end-to-end service) untuk memenuhi kebutuhan keamanan bisnis di berbagai sektor.