
Komisaris PT SPR Langgak, Muhamad Sambu Harman
RIAU, Gilangnews.com - Komisaris PT SPR Langgak, Muhamad Sambu Harman, menanggapi berbagai keraguan publik atas penunjukannya sebagai komisaris di usia 22 tahun.
Putra mantan Bupati Rokan Hulu dan mantan Ketua DPRD Riau Suparman itu menegaskan, ingin membuktikan bahwa dirinya layak menduduki jabatan tersebut melalui kinerja nyata.
Sambu mengakui sejak ditetapkan sebagai Komisaris PT SPR Langgak, banyak pihak mempertanyakan kapasitasnya. Bahkan, tidak sedikit yang menilai dirinya mendapat posisi tersebut semata karena merupakan anak mantan kepala daerah.
"Privilege setiap orang berbeda-beda. Saya bersyukur memiliki ayah yang pernah menjadi pemimpin. Tapi ayah saya tak pernah menyuruh saya dan mendorong saya untuk jadi di posisi itu. Itu kemauan saya sendiri. Karena saya yakin saya bisa " kata Sambu, Ahad (12/7/2026).
Ia menegaskan, berbagai kritik dan keraguan justru menjadi motivasi baginya untuk bekerja lebih baik. Menurutnya, jabatan yang diemban saat ini merupakan beban sekaligus tanggung jawab yang harus dibuktikan.
"Ini menjadi beban bagi saya. Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa dan bahkan lebih baik melalui hasil kerja," ujarnya.
Lahir pada 15 November 2003, Sambu merupakan lulusan S1 Administrasi Publik Universitas Riau pada 2024 dan saat ini masih menempuh pendidikan S1 Hukum di Universitas Lancang Kuning.
Selain aktif di dunia akademik, ia juga mengaku banyak berproses di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Pengalaman tersebut dinilainya membentuk kemampuan kepemimpinan dan manajerial.
Sambu juga mengungkapkan pernah mengikuti seleksi masuk TNI, namun tidak lulus. Meski demikian, keinginannya untuk mengabdi kepada daerah tidak surut.
"Saya pernah tidak lulus TNI. Saya tetap ingin mengabdi, hanya jalannya berbeda," ungkapnya.
Sebelum ditetapkan sebagai komisaris, Sambu mengaku mengikuti tahapan fit and proper test. Ia berharap dapat membangun sinergi dengan Direktur PT SPR Langgak, Dr Satria Antoni, untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
"Saya ingin sejalan dengan direktur. Saya yakin kombinasi ini bisa meningkatkan pendapatan PT SPR Langgak, apalagi beliau senior saya di HMI. Saya yakin kami bisa berbuat banyak," katanya.
Ia juga mengaku telah berkomunikasi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau terkait berbagai sorotan yang muncul. Menurutnya, Plt Gubernur berpesan agar tidak terlalu memikirkan kritik, melainkan fokus membuktikan kemampuan melalui kinerja.
"Kata beliau tidak usah ambil pusing, buktikan saja dengan kerja. Itu yang akan saya lakukan," ujarnya.
Sambi menambahkan dirinya tidak anti terhadap kritik. Bahkan, ia mengaku senang apabila pekerjaannya diawasi agar tetap berjalan sesuai target.
"Saya senang kalau bekerja ada yang mengawasi. Kritik dan keraguan orang justru menjadi kekuatan bagi saya," tutupnya.
Sebelumnya, PT SPR Langgak menetapkan Muhamad Sambu Harman sebagai Komisaris dan Dr Satria Antoni sebagai Direktur melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar pada 19 Juni 2026.
Penunjukan Sambo menjadi perhatian publik karena usianya yang masih 22 tahun serta statusnya sebagai putra mantan Bupati Rokan Hulu, Suparman.
Pemerintah Provinsi Riau berharap kepemimpinan baru PT SPR Langgak mampu meningkatkan produktivitas perusahaan dan memberikan kontribusi dividen yang lebih besar bagi daerah.