Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun Ini Diproyeksi Tumbuh 4 Persen, Tahun Depan Naik Lagi Jadi 5,8 P

Loading...

GILANGNEWS.COM - Pemerintah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021, menjadi 4-5 persen dari yang sebelumnya 4,5-5,3 persen. Sementara pada tahun depan 2022, pertumbuhan ekonomi diproyeksi terus bertumbuh naik menjadi 5,8 Persen.

 
Demikian disampaikan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) secara virtual, di Jakarta. Ditegaskannya hal itu tidak lepas dari kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.
 
"Kita memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 4-5 persen dengan titik tengah 4,5 persen," ujarnya, Selasa (4/5/2021).
 
Pada kuartal I-2021, ekonomi Indonesia masih resesi dengan perkiraan -0,6 persen sampai dengan -0,9 persen. Pembalikan ekonomi menjadi positif baru akan terlihat di kuartal II dengan 5,3. Persen.
 
Sementara itu pada kuartal III diperkirakan ekonomi tumbuh 6,7% dan kuartal IV sebesar 6,8%. "Kuartal I diperkirakan masih akan terkontraksi. baru kuartal II positif," ujar Suharso.
 
Selain itu, Suharso Monoarfa mengatakan, tahun 2020 dan 2021 menjadi tahun penuh tantangan karena harus menghadapi pandemi Covid-19. Bahkan, hal itu juga dirasakan tak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Namun, Suharso optimistis tahun 2022 akan menjadi titik balik pertumbuhan ekonomi di Indonesia. "Pada tahun 2022, kita optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus naik dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 5,8%," lanjutnya.
 
Tahun 2022 diharapkan menjadi tahun pertama Indonesia lepas dari tekanan pandemi dan merupakan tahun kunci bagi pemantapan pemulihan ekonomi," kata Suharso.
 
"Indonesia membutuhkan rata-rata pertumbuhan 6 persen untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan lepas dari meddle income trap sebelum tahun 2045," tambahnya.
 
Dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi, Suharso menyebutkan bahwa tantangan Indonesia tidak saja pemulihan ekonomi nasional, namun juga transformasi ekonomi dalam jangka menengah dan panjang yang harus dilakukan sejak sekarang.


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar