Ritual Baptis Tewaskan Bayi, Gereja Ortodoks di Negara Ini Dikecam

Sabtu, 06 Februari 2021 | 21:20:55 WIB
Ilustrasi.

GILANGNEWS.COM - Gereja Ortodoks di Negara Rumania menuai kecaman banyak pihak setelah ritual pembaptisan yang menewaskan seorang bayi setelah dibenamkan ke dalam air sebanyak tiga kali.

Lebih dari 59.000 orang telah menandatangani petisi yang mendesak Gereja Ortodoks Rumania untuk mengubah ritual baptisan.

"Mengingat situasi tragis di mana bayi meninggal setelah dicelupkan ke dalam air di kolam baptisan, gereja harus segera mengatur praktik ini!” bunyi protes itu.

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • Afiliasi CNN Antena 3 melaporkan, bayi berusia enam minggu itu mengalami serangan jantung-jantung pada Minggu (31/1), setelah dibenamkan dalam kolam baptisan tiga kali selama pembaptisannya di sebuah gereja di Suceava, Rumania timur laut,.

    Bayi itu diresusitasi oleh paramedis di gereja dan diangkut ke Unit Perawatan Intensif di Rumah Sakit Kabupaten Suceava, tetapi meninggal setelah beberapa jam. Polisi dilaporkan sedang melakukan penyelidikan kasus ini.

    Vladimir Dumitru, yang memulai petisi online, mengatakan kepada CNN jika dia tidak ingin menghapus ritual baptisan Ortodoks. Tapi untuk mengubah praktik brutal yang terkadang berisiko tenggelam, terutama dalam kasus anak-anak dengan masalah kesehatan." "Petisi itu tidak ditujukan kepada institusi Gereja atau terhadap para imam tetapi memiliki niat yang konstruktif," katanya kepada CNN.

    "Melalui petisi ini kami ingin praktik baptisan menjadi simbolis dengan memercikkan bayi di atas kepala dan bukan perendaman total sebanyak tiga kali, dan praktik non-invasif ini menjadi wajib di semua Gereja Ortodoks di Rumania dan di Diaspora,” ungkapnya dalam email.

    Sementara itu, juru bicara Patriarkat Rumania, Vasile B?nescu, meminta polisi segera menyelidiki kasus tragis ini.

    "Ini, tanpa diragukan lagi, kasus yang tragis, kasus yang harus diselidiki. Janganlah membayangkan bahwa seorang anak dapat dimasukkan ke dalam air tanpa menutupi hidung, mulut dan telinganya,” ujarnya kepada Antena 3.

    "Ada teknik yang selalu digunakan oleh pendeta berpengalaman. Beginilah cara baptisan dirayakan dengan sangat hati-hati,” tambahnya.

    CNN telah berusaha menghubungi Gereja Ortodoks Rumania dan Polisi Suceava untuk memberikan komentar. Namun belum ada jawaban.

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB