GILANGNEWS.COM - Berdasarkan laporan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) hingga Desember 2020 total dana haji yang nganggur di BPKH telah mencapai angka Rp140 triliun. Karenanya Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyarankan agar dana tersebut diinvestasikan dalam berbagai macam instrumen investasi seperti produk perbankan, surat berharga, emas, investasi langsung, dan instrumen investasi lainnya.
Hal itu disampaikan Wapres, dalam 'Global Investment Forum' yang diselenggarakan BPKH dan Islamic Development Bank (IsDB). Ma'aruf Amin menjelaskan saat ini jamaah haji Indonesia memiliki antrean cukup panjang dengan rentang waktu minimal 11 tahun. Antrean itu menyebabkan dana haji yang sudah terkumpul jadi menganggur cukup lama.
"Salah satunya investasi pada perbankan Arab Saudi dan kerja sama pembiayaan pelayanan haji. Investasi yang berkaitan dengan pelaksanaan haji sangatlah luas mulai dari investasi transportasi, catering bahkan juga investasi yang terkait dengan pengelolaan," ujarnya secara virtual, Jumat (9/4/2021).