Kasus Covid-19 di India Meledak! Obat dan Oksigen Menipis, Nyawa Pasien Terancam

Sabtu, 17 April 2021 | 12:21:11 WIB
Ilustrasi.

GILANGNEWS.COM - India cetak rekor lebih dari 200 ribu kasus baru virus Corona dalam sehari yang menyebabkan banyak fasilitas kesehatan mendadak kolaps dan kehabisan stok obat-obatan dan oksigen.

Dalam beberapa hari terakhir, media sosial India dibanjiri permintaan bantuan yang bernada putus asa untuk mendapatkan obat remdesivir dan tocilizumab yang telah disetujui pemerintah India untuk pasien Covid-19.

Obat antiviral remdesivir telah diresepkan oleh dokter di seluruh negeri, dan permintaannya tinggi. India melarang ekspor obat tersebut dan membuat produsen berjuang untuk memenuhi permintaan.

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • Hetero Pharma, salah satu dari tujuh perusahaan yang memproduksi remdesivir di India, mengatakan perusahaan tersebut berusaha untuk meningkatkan produksi.

    Laporan  menemukan bahwa kekurangan pasokan membuat banyak orang mencari obat tersebut di pasar gelap. Salah satu narasumber yang dihubungi menjual 100mg remdesivir seharga 24.000 rupee atau sekitar Rp 4,6 juta, lima kali lipat dari harga resmi. Harga itu tentunya sangat mahal untuk kalangan menengah.

    "Saya harus mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan obat tersebut," kata Atul Garg, yang ibunya dirawat di rumah sakit swasta di Delhi.

    Tocilizumab, obat yang biasanya digunakan untuk mengobati radang sendi, telah terbukti menyelamatkan nyawa dalam beberapa uji klinis. Tetapi hampir menghilang dari banyak apotek di India.

    Rajiv Singhal, sekretaris jenderal Asosiasi Ahli Kimia dan Obat Seluruh India, mengatakan teleponnya berdering sepanjang hari karena orang-orang memintanya untuk membantu menemukan obat tersebut.

    "Situasinya sangat buruk sehingga saya bahkan tidak bisa mendapatkan obat untuk anggota keluarga saya sendiri," katanya.

    "Kami mencoba untuk mengambil tindakan terhadap mereka yang melakukan pemasaran gelap, tetapi saya akui ada kebocoran dalam sistem," paparnya.

    Tak hanya obat-obatan, pasokan oksigen juga sangat langka di India. Beberapa rumah sakit bahkan menolak pasien karena kekurangan oksigen.

    Situasinya jauh lebih buruk di kota-kota kecil. Ketika pasien tidak mendapatkan tempat tidur rumah sakit, dokter menyarankan mereka untuk memasang tabung oksigen di rumah mereka sendiri.

    Dilaporkan banyak pasien yang terpaksa meninggal karena tidak mendapat perawatan di rumah sakit.

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB