Kapolri Tegur Kapolda-Kapolres yang Belum Tindak Premanisme

Sabtu, 12 Juni 2021 | 10:13:18 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)

GILANGNEWS.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bakal menegur Kapolda dan Kapolres jika belum melakukan penindakan terhadap aksi premanisme di wilayahnya masing-masing.

Diketahui, Listyo telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk menindak aksi premanisme yang meresahkan masyarakat. Instruksi ini dikeluarkan lantaran premanisme itu menjadi antensi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

 
 

"Kalau belum action juga saya selaku Kapolri yang akan tegur, ini juga bagian dari program Harkamtibmas di program Presisi yang harus ditindaklanjuti oleh seluruh anggota dan jajaran di lapangan," kata Listyo dalam keterangannya, Sabtu (12/6).

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Terkait hal ini, Listyo menekankan kepada Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto dan Kapolda untuk bergerak cepat dalam menindak tegas kepada pelaku kejahatan.

    "Semua Polda dan Kabareskrim untuk merespon cepat dan ambil langkah-langkah apabila ada pengaduan dari masyarakat terkait gangguan kriminalitas yang dilakukan para preman, pelaku curas dan tukang palak dan peras dan para pelaku kejahatan konvensional lainnya untuk segera diberantas habis," tuturnya.

    Bahkan, Listyo menyebut dirinya bakal langsung memantau jajarannya dalam upaya penindakan terhadap premanisme dan pelaku kejahatan lainnya.

    "Saya akan ikuti perkembangan di lapangannya apakah sudah dilaksanakan dengan baik atau belum," ucap Listyo.

    Lebih lanjut, Listyo juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi Dumas Presisi dan layanan Hotline 110 jika menerima perlakuan meresahkan dari oknum-oknum masyarakat.

    "Untuk membuat rasa aman dan juga tenang bagi masyarakat, sudah ada aplikasi 110 dan Dumas Presisi, apabila ada masyarakat yang mengalami gangguan terkait Kamtibmas dan kriminalitas, bisa hubungi nomor tersebut untuk segera bisa direspon anggota di lapangan," ujarnya.

    Diketahui, Presiden Jokowi telah memerintahkan Listyo selaku Kapolri untuk menindak preman yang meminta sejumlah uang kepada para pengemudi truk kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

    Instruksi itu disampaikan Jokowi setelah mendapat informasi pemalakan ini saat berdialog dengan para pengemudi di Tanjung Priok.

    Merespon hal tersebut, Listyo langsung memerintahkan jajarannya di seluruh Polda dan Polres untuk memberantas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.

    "Negara tidak akan kalah dengan aksi premanisme. Oknum dan preman segera bersihkan, tangkap dan tuntaskan," ucap Listyo, Jumat (11/6).

    Halaman :

    Terkini