GILANGNEWS.COM - Indonesia mengantongi utang baru sebesar US$800 juta atau setara Rp11,36 triliun (kurs Rp14.200 per dolar AS) dari Bank Dunia. Utang ini bakal digunakan untuk mendanai reformasi kebijakan investasi dan perdagangan, serta membantu percepatan pemulihan ekonomi.
Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen mengungkap hambatan besar bagi investasi dan perdagangan telah membatasi kemampuan Indonesia untuk menarik investasi asing langsung yang berorientasi ekspor.
Termasuk juga, mengurangi integrasi Indonesia ke dalam rantai nilai global dan meningkatkan harga pangan di dalam negeri.