MUI Sumut Minta Pembacok Ketua MUI Labura Dihukum: Jangan Ada Alasan Gila

Rabu, 28 Juli 2021 | 13:39:48 WIB
Tampang pembacok Ketua MUI Labura (dok. Istimewa)

GILANGNEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut meminta pembacok Ketua MUI Labuhanbatu Utara (Labura) Ustaz Aminnur Rasyid Aruan dihukum. Dia berharap penyebab pembacokan tersebut diusut tuntas.

"Turut berdukacita, seorang ulama dengan ilmu yang dimilikinya. Kita minta polisi menyelidiki motifnya. Jangan sampai ada alasan yang sulit diterima umat, misalnya gila, kecuali dengan fakta yang jelas," kata Ketua MUI Sumut, Maratua Simanjuntak, kepada wartawan, Rabu (28/7/2021).

Maratua meminta warga, khususnya umat muslim, untuk mempercayakan penanganan kasus ini ke polisi. Dia berharap kasus ini diselesaikan dengan cepat.

  • Baca Juga Wali Kota Pekanbaru: Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sudah Jangkau 60 Persen Anak Sekolah
  • Baca Juga Henny Sasmita Wahid Kunjungi Buluh Cina, Dorong Orang Tua Rutin Bawa Anak ke Posyandu
  • Baca Juga Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Tinjau PKG di SMA Negeri 2 Pekanbaru
  • Baca Juga TP PKK Riau Apresiasi Pekanbaru atas Capaian Imunisasi Bayi Lengkap
  • "Jangan sampai ada anggapan ini kriminalisasi ulama, untuk itu butuh gerak cepat dari kepolisian. Kita percayakan sepenuhnya kepada kepolisian," ucapnya.

    Maratua kemudian mengenang sosok Aminnur. Dia mengatakan Aminnur merupakan tokoh lintas agama.

    "Baik, dia nggak ada selama ini tanda-tanda orang yang keras. Dia tadinya ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), karena terpilih di MUI dia berhenti. Jadi umat yang lain saya fikir nggak ada masalah sama dia," jelasnya.

    Sebelumnya, Ketua MUI Labura Aminnur Rasyid Aruan tewas dibacok saat berkendara. Pelaku pembacokan, Suprianto alias Anto Dogol, sudah ditangkap polisi.

    "Ya benar pelaku sudah kita amankan," kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, saat dimintai konfirmasi, Selasa (27/7).

    Pembacokan itu diduga berawal dari Anto Dogol yang tak terima ditegur Aminnur. Dia ditegur karena diduga mencuri sawit.

    "Korban menyampaikan kepada pelaku agar jangan lagi mencuri sawit di kebun miliknya. (Sehari-hari) pelaku ini memang merupakan pegawai dari korban di kebun tersebut," ucap Deni.

    Terkini