Polres Jakbar Gelar Penetapan Tersangka Penimbun Azithromycin Hari Ini

Kamis, 29 Juli 2021 | 11:45:57 WIB
Foto: Polisi gerebek gudang penimbun obat azithromycin di Jakarta Barat (dok. Humas Polres Jakarta Barat)

GILANGNEWS.COM - Polisi telah memeriksa saksi-saksi dan ahli terkait kasus penimbunan 'obat COVID' Azithromycin di gudang PT ASA Kalideres, Jakarta Barat. Paling lambat besok, polisi tetapkan tersangkanya.

"Sudah 21 saksi diperiksa," kata Kanit Kriminal Khusus (Krimsus) Polres Metro Jakarta Barat AKP Fahmi Fiandri kepada wartawan, Rabu (29/7/2021).

Fahmi menjelaskan 21 saksi itu antara lain saksi ahli dan perusahaan distributor obat Corona Azithromycin tersebut.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • "Saksinya dari PT ASA, PT Handal.. Untuk ahli ada 6 dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, BPOM, ahli pidana, ahli perdagangan, perlindungan konsumen," ujar Fahmi

    Fahmi mengatakan pihaknya telah melengkapi petunjuk jaksa. Polisi juga segera menetapkan tersangkanya.

    "Doakan saja hari ini atau besok gelar naik tersangka yah," jelas Fahmi.

    Sementara ini sejumlah barang bukti telah dibawa ke Puslabfor Mabes Polri untuk diteliti. Barang bukti tersebut adalah CPU dan CCTV.

    Diketahui, polisi masih mendalami penyelidikan kasus penimbunan 'obat' Corona Azithromycin di gudang PT ASA di Kalideres, Jakarta Barat. Penyuplai obat ke distributor PT ASA dipanggil polisi untuk dimintai keterangan.

    PT ASA diduga mendapatkan obat Azithromycin yang kemudian ditimbun ini dari sebuah PT yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah. Polisi kini tengah menggali dugaan keterlibatan perusahaan tersebut.

    Gudang PT ASA digerebek polisi pada Senin (12/7). PT ASA, yang merupakan distributor obat-obatan, diduga menimbun Azithromycin 500 mg.

    Polisi menduga PT ASA sengaja menimbun obat agar bisa menjual Azithromycin dengan harga yang lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET).

    Terkini