Menko PMK Dukung Gibran Robohkan Rusunawa Era Wali Kota Jokowi

Kamis, 02 September 2021 | 13:31:27 WIB
Rusunawa Semanggi Solo.

GILANGNEWS.COM - Rencana Pemkot Solo merobohkan Rusunawa Semanggi mendapat dukungan dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Dia juga menilai bangunan yang didirikan di era Wali Kota Jokowi (Joko Widodo) sudah tidak layak.

Muhadjir bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung Rusunawa Semanggi di Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasarkiwon, Kamis (3/9). Setelah meninjau kondisi bangunan, dia mengatakan kebijakan Pemkot Solo yang akan merobohkan bangunan itu sudah tepat.

"Ini kebijakan yang sangat bagus wong bangunannya sudah tidak layak huni. Sangat berbahaya karena sudah ada korosi. Itu kan besi-besinya sudah pada keluar, saya dukung," ujar Muhadjir.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Pemkot Solo berencana merobohkan dan membangun ulang Rusunawa Semanggi. Wali Kota Gibran Rakabuming mengatakan, bangunan yang ada di dekat Sungai Bengawan Solo sudah tidak layak berdasarkan hasil audit, sehingga harus dibangun ulang.

    "Tidak usah khawatir. Itu rusunnya sudah 10 tahun, sudah tidak layak. Konstruksinya sudah nggak kuat. Baru saya rapatkan dengan Dinas Perkim (Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan) Solo terkait rencana itu," ujar Gibran, Rabu (25/8).

    Putra sulung Presiden Jokowi mengaku khawatir dengan kondisi bangunan 4 lantai itu, apalagi jika terjadi bencana yang tidak diinginkan, seperti gempa bumi atau lainnya. "Takutnya nanti kalau ada gempa, terjadi sesuatu, bangunan Rusunawa Semanggi usianya sudah lebih dari 10 tahun," ucapnya.

    Terkait anggaran, Gibran menyatakan sudah menyiapkannya. Namun ia masih enggan menyampaikan asal dana itu, apakah berasal dari APBN, APBD kota, atau provinsi.

    "Rusunawa Begalon habis ini saya audit juga. Pokoknya warga biar punya tempat tinggal yang layak dan aman," tandasnya.

    Gibran menegaskan, sesuai hasil audit, Rusunawa Semanggi sudah tidak layak huni. Bahkan ia juga mendapati sendiri ada plafon kamar yang jebol.

    "Itu tanggung jawab saya, ya nanti kita robohkan dulu. Kita bangun lagi yang lebih layak," katanya.

    Gibran menyebut, saat ini ada 200 KK yang menghuni Rusunawa Semanggi. Setelah selesai dibangun ulang, warga bisa kembali ke tempat semula. Pihaknya juga tengah menyiapkan opsi terkait tempat tinggal sementara bagi para penghuni.

    Menurut rencana, rusunawa itu akan dirobohkan mulai Januari 2022. Jika prosesnya berjalan lancar, pembangunan diperkirakan bisa dimulai pada 2023.

    Terkini