MUI: Bongkar Aktor Intelektual Penyerangan Ustadz

Rabu, 22 September 2021 | 13:39:12 WIB
Tangkapan layar saat terjadinya penyerangan terhadap Ustadz Chaniago yang sedang berceramah di Batam.

GILANGNEWS.COM - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Jaidi meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap ustadz yang terjadi di beberapa daerah. Pengusutan tersebut tidak sekadar menangkap pelaku tetapi membongkar aktor intelektualnya.

Untuk diketahui, beberapa hari terakhir terjadi penyerangan terhadap ustadz, yakni di Kota Tangerang, Provinsi Banten, dan Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Dalam penyerangan di Tangerang, seorang ustadz ditembak oleh orang tak dikenal. Sedangkan di Batam, seorang ustadz yang tengah berceramah di masjid diserang oleh seorang pria.

"Kita minta aparat penegak hukum untuk menelusuri dan memproses masalah ini sehingga bisa ketemu aktor intelektualnya. Siapa di belakangnya, siapa yang menyuruh. Tidak sekadar menangkap, karena sudah membuat keresahan di masyarakat," tutur dia kepada wartawan, Selasa (21/9).

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Menurut Kiai Jaidi, pelaku harus dihukum karena ini menyangkut keselamatan jiwa seseorang. Dia menuturkan, pelaku penyerangan tersebut tentu tidak serta merta begitu saja melakukan aksi kejinya. Menurutnya, ada dalang di balik penyerangan yang terjadi.

    Dia mengingatkan, masalah-masalah seperti ini jangan sampai menjadi preseden buruk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, dia menilai, pengusutan tuntas terhadap penyerangan kalangan ulama harus dilakukan betul-betul oleh aparat penegak hukum.

    Karena kalau tidak diusut tuntas, lanjut Kiai Jadi, masyarakat pada akhirnya hanya bisa menduga-duga terkait siapa akktor intelektual di balik penyerangan ini. Apalagi, kata dia, ini terjadi menjelang 30 September yang seolah-olah dibuat seperti itu.

    "Ini sebuah rekayasa-rekayasa tertentu yang membenturkan bangsa Indonesia terutama umat Islam dengan pihak-pihak tertentu. Maka kasus seperti ini harus diwaspadai betul-betul," tutur dia.

    Terkini