Menkes: Kenaikan Kasus Covid-19 Masih Taraf Aman

Jumat, 10 Juni 2022 | 14:18:42 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin.

GILANGNEWS.COM - Tren kasus Covid-19 mingguan di Indonesia kembali naik. Data pada 22 Mei 2022, kasus positif Covid-19 berjumlah 1.814 kasus, namun kini naik menjadi 2.385 kasus.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan indikator positivity rate dan transmisi komunitas Covid-19 di Indonesia dalam tiga pekan terakhir masih pada taraf aman.

"Berhubung imunitas masyarakat Indonesia masih tinggi berdasarkan sero survei (survei antibodi) pada Maret 2022, dan kita lihat kenaikan masih dalam taraf aman," kata Budi usai menghadiri Kick Off Integrasi Layanan Kesehatan Primer di Gedung Sujudi Kemenkes di Jakarta, Jumat (10/6).

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Positivity rate atau proporsi orang positif Covid-19 dari keseluruhan penduduk yang dites di Indonesia masih di bawah lima persen. "Secara nasional sekarang 1,15 persen, paling tinggi di DKI Jakarta tiga persenan," kata Budi, dikutip Antara.

    Untuk indikator transmisi komunitas atau tingkat sebaran penularan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di Indonesia berkisar 1 per 100.000 penduduk, dari ketetapan level 1 PPKM sebesar 20 per kasus per pekan untuk 100.000 penduduk.

    Kenaikan Angka Covid-19 Tiga Pekan

    Dia mengatakan kenaikan angka kasus Covid-19 sebesar 31 persen yang terjadi dalam tiga pekan terakhir di Indonesia, sebelumnya telah diprediksi pemerintah berdasarkan peningkatan interaksi masyarakat selama perayaan Lebaran 2022.

    "Secara historis, kenaikan itu tidak tiga hari setelah hari raya, tapi antara 27 sampai 35 hari setelah hari raya besar seperti Natal dan Lebaran. Atau sekarang ini," ujar dia.

    Budi mengatakan kenaikan angka kasus kali ini adalah hal normal yang terjadi usai perayaan hari raya. Namun yang menjadi fokus pemerintah saat ini, adalah kemunculan empat kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang kali pertama terdeteksi di Bali pada Mei 2022.

    "BA.4 dan BA.5 ini bisa menghindari imunitas yang dibentuk vaksin, penyebarannya juga cepat," ujar Budi.

    Dia berpesan kepada masyarakat agar menyegerakan akses ke program vaksinasi penguat atau dosis ketiga untuk memperkuat imunitas tubuh. Selain itu, masyarakat diminta untuk tetap konsisten patuh pada aturan protokol kesehatan, khususnya memakai masker dalam ruangan yang padat pengunjung.

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB