Kepala RS Jenderal TNI LB Moerdani Ditikam Anak Buah hingga Meninggal

Selasa, 05 Juli 2022 | 13:58:18 WIB
Ilustrasi.

GILANGNEWS.COM - Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Jenderal TNI LB Moerdani, Mayor CKM dr. Beny Arjihans ditikam oleh anak buahnya berinisial Sertu MA menggunakan pisau dapur, Selasa (5/7) sekira pukul 09.45 WIT. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut Merauke.

Pisau dapur itu tertancap di bagian belakang tepatnya di bahu kiri korban. Nyawa perwira menengah tersebut tidak tertolong. Korban yang juga dokter ahli bedah tersebut dinyatakan meninggal dunia setelah sampai di RSAL Merauke.

Belum diketahui apa yang melatarbelakangi aksi nekat yang dilakukan oleh pelaku.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • "Kejadiannya secara spontanitas. Penusukan ini terjadi ketika korban selesai menggelar apel pagi. Lalu masuk ke dalam ruangan UGD. Saat membuka pintu, korban ditikam dari belakang menggunakan pisau dapur," kata Komandan Korem 174/ATW Brigjen TNI E. Reza Pahlevi.

    Pelaku dan korban berada dalam ruangan UGD. Saat kejadian, pelaku sudah membawa pisau dapur.

    "Pisau tersebut tertancap dan cukup dalam. Dari informasi atas hasil autopsi bahwa kedalaman kurang lebih 23 cm. Karena di sebelah kiri, kira-kira yang kena paru-paru," terangnya.

    Bahkan, pisau tersebut masih tertancap sampai korban dinyatakan meninggal dunia. Soal motif penikaman, Reza Pahlevi mengaku masih didalami. Sebab menurutnya insiden tersebut dilakukan secara spontanitas.

    "Masih kita dalami apa motif penikaman ini. Karena insiden itu dilakukan setelah apel pagi," jelasnya.

    Selain itu juga masih dilakukan pendalaman soal hubungan antara korban dan pelaku selama ini. Pelaku sudah diamankan saat itu dan dibawa di Detasemen POM untuk menjalankan pemeriksaan lebih lanjut.

    "Sudah pasti dipecat dan diberikan hukuman seberat-beratnya," tegasnya.

    Reza Pahlevi menilai korban adalah orang baik dan merupakan aset TNI khususnya Angkatan Darat. Sebab, untuk Merauke, korban merupakan satu-satunya dokter ahli bedah.

    "Ini aset kita dan kita sangat kehilangan beliau," terangnya.

    Jenazah Mayor CKM dr. Beny Arjihans akan dipulangkan ke kampung halamannya di Purwakarta, Jawa Barat. Jenazah terlebih dahulu disemayamkan di RS Jenderal TNI LB. Moerdani, dan besok rencananya akan diterbangkan ke Jakarta.

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB