PEKANBARU — Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi penghalang utama bagi upaya percepatan pembangunan infrastruktur di Provinsi Riau. Turunnya alokasi APBD Riau untuk tahun 2025 menambah daftar panjang tantangan yang harus dihadapi Bumi Lancang Kuning.
Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ihwan, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat untuk mencari solusi pendanaan demi mengatasi persoalan infrastruktur yang masih menjadi keluhan masyarakat.
"Kita akui APBD kita tidak cukup, apalagi tahun 2025 anggarannya turun. Maka, kita akan bersama-sama berjuang ke pusat untuk mendapatkan dana APBN agar infrastruktur kita lebih baik," ujar Parisman di Pekanbaru, Selasa (17/12/2024).