Bali Krisis Wisata MICE! PHRI: Banyak Pembatalan Hotel, Ancaman PHK Meningkat

Senin, 24 Februari 2025 | 20:08:41 WIB

GILANGNEWS.COM - Pelaku sektor pariwisata di Bali, utamanya di sektor MICE (meetings, incentives, conventions and exhibitions), mulai teriak imbas pemotongan anggaran pemerintah. Salah satu yang paling terkena imbas adalah perhotelan.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya mengungkapkan, sudah terjadi banyak pembatalan pemesanan atau booking hotel.

"Banyak dibatalkan bookingan rencana rapat-rapat yang ada di daerah, utamanya terhadap wisatawan MICE. Dan sampai sedikit ekstrem, banyak yang bilang ke saya akan mengurangi pekerja (PHK) di MICE karena meetingnya berkurangan," kata Rai Suryawijaya kepada CNBC Indonesia, Senin (24/2/2025).

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Kondisi ini diperparah karena hampir tidak ada konferensi, terutama skala internasional yang digelar di Bali sejak awal tahun 2025 ini.  

    Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana di awal tahun sudah mulai ada beberapa sub-agenda konferensi besar seperti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan World Water Forum (WWF).

    "Kita mempunyai strategi ketika kehilangan market wisatawan MICE ini dari pemerintah karena efisiensi anggaran, kita sekarang lagi melobi-lobi internasional, melobi event-event itu agar bisa diselenggarakan di Bali khususnya dan di Indonesia," sebut Rai Suryawijaya.

    Selain melobi dengan cara business to business dengan pelaku usaha di luar negeri, pengusaha juga melakukan lobi dengan kalangan pemerintah seperti Kementerian Luar Negeri (Kemlu) serta maskapai agar lebih banyak menambah penerbangan langsung (direct flight) ke Bali.

    Jika tidak, maka target pemerintah untuk mencapai hingga 16 juta wisatawan akan sulit tercapai. Pasalnya pemotongan anggaran tersebut bakal membuat acara MICE bakal semakin berkurang.

    "Dari wisata MICE saja, menurut perspektif saya ya yang 40 tahun bekerja di sektor pariwisata ketika inilah kita harus mengisi tingkat dunia. Nah ini sangat dilematis.

    Jadi, target kita ditingkatkan untuk tahun 2025 ini, target pemerintahan pariwisata target kunjungan international tourist datang ke Indonesia kan 16 juta. Jadi Tahun 2024 ditargetkan 14 juta, tapi faktanya mendapat hanya 13,7 juta, ini kan dilematis. Target dinaikkan, anggaran diturunkan," kata Rai Suryawijaya.

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB