Festival Budaya Melayu Pekanbaru Angkat Isu Karhutla dan Pelestarian Lingkungan

Ahad, 20 April 2025 | 11:29:55 WIB

GILANGNEWS.COM - Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyebut Festival Kreatif Budaya Melayu sebagai momentum penting untuk memperkuat identitas masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan.

Digelar di kawasan Rumah Singgah Tuan Kadi, tepian Sungai Siak, Sabtu (19/4/2025) malam, festival ini menyatukan nilai-nilai budaya Melayu dengan pesan edukatif soal bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Ini bukan hanya soal hiburan, tetapi tentang identitas kita sebagai masyarakat Melayu sekaligus tanggung jawab terhadap lingkungan," ujar Agung.

  • Baca Juga BPJS Ketenagakerjaan Tambah Peserta Pekerja Informal
  • Baca Juga Kini BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Program Jaminan Pensiun.
  • Baca Juga Biaya Kecelakaan Kerja bagi yang ikut Program BPJS diTanggung 100 %
  • Ia menilai pendekatan budaya merupakan cara yang efektif untuk menyampaikan pesan moral kepada masyarakat. Karena itu, pemerintah kota berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin mingguan yang melibatkan UMKM, pelaku seni, serta komunitas lokal.

    "Festival malam ini memang sederhana, tapi sudah bertaraf nasional. Masyarakat harus kita ajak meramaikan setiap pekan. Hadirkan UMKM, tampilkan budaya, dan hidupkan ruang publik yang ramah," cakapnya lagi

    Agung juga menegaskan bahwa pembangunan kota akan terus dilakukan secara bertahap, dimulai dari pembenahan lingkungan, pemberdayaan pelaku usaha kecil, hingga penguatan budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari.

    Festival bertema “Kelestarian Alam dan Karhutla” ini juga dihadiri Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika. Ia menilai kegiatan tersebut selain pelestarian budaya, tapi juga bentuk kampanye untuk mencegah Karhutla.

    "Festival ini untuk mengampanyekan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan. Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan tidak membakar sampah dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar," ujar Jeki.

    Ia menambahkan bahwa penggabungan unsur budaya dengan edukasi lingkungan seperti ini mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas dan menyentuh secara emosional.

    Festival ini merupakan inisiatif Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Hermawan, yang ingin menyatukan ekspresi budaya dengan gerakan peduli lingkungan.

    Terkini