Atlet PON Riau Kecewa, Bonus Rp300 Juta Dijanji Kini Hanya Rp129 Juta

Senin, 21 April 2025 | 16:03:54 WIB

GILANGNEWS.COM - Para atlet dan pelatih Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau, akan menemui Gubernur Riau Abdul Wahid terkait besaran bonus yang akan diberikan tidak sesuai dengan janji.

Pasalnya, besaran bonus yang belum dibayarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan dikurangi dari nilai yang dijanjikan. Dari bonus Rp300 juta untuk peraih medali emas, kini dikurangi menjadi Rp129 juta.

Begitu juga dengan peraih medali perak dan perunggu, yang tentunya lebih kecil dari peraih medali emas.

  • Baca Juga BPJS Ketenagakerjaan Tambah Peserta Pekerja Informal
  • Baca Juga Kini BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Program Jaminan Pensiun.
  • Baca Juga Biaya Kecelakaan Kerja bagi yang ikut Program BPJS diTanggung 100 %
  • Terkait hal itu, Wakil Ketua I KONI Riau Khairul Fahmi mengatakan, KONI bersama atlet dan pelatih PON sudah merapatkan dan membahas terkait bonus yang akan diberikan Pemprov Riau melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau.

    Hanya saja, dari rapat yang difasilitasi KONI Riau tersebut belum mendapatkan hasil. Para atlet dan pelatih masih meminta agar bonus di iven olahraga terbesar di Indonesia sekali empat tahun itu dibayarkan sesuai janji saat sebelum berangkat PON.

    "Kemarin kita rapat dengan perwakilan pelatih dan atlet dan sepakat jumpa Gubri untuk memastikan pembayaran bonus," ujar Fahmi, Senin (21/4/2025).

    Sementara itu, perwakilan dari para pelatih dan atlet PON Riau Ahmad Markos mengaku kecewa dengan nilai yang dianggarkan Dispora Riau. Besaran bonus yang dianggarkan jauh berkurang dari janji yang disampaikan saat sebelum berangkat PON.

    Ia menyebut, bonus ini merupakan momen bagi para atlet PON. Pasalnya, momen ini hanya terjadi satu kali dalam 4 tahun.

    "Tentunya, hasil ini sangat diharapkan para atlet. Hanya ini momen mereka, di saat mereka harus berlatih selama tiga tahun berturut-turut, dan mendapatkan hasilnya saat PON. Tapi di malah di momen ini para atlet dizalimi," ucap Markos.

    Dikatakannya, Provinsi Jambi yang juga mengalami defisit mampu membayarkan bonusnya. Tapi Riau yang memiliki kekakayaan alam malah tidak mampu memberikan bonus atlet yang telah berjuang mengharumkan nama Riau.

    "Oleh larena itu, kami bersama atlet dan pelatih PON akan menemui Gubernur Riau. Kami sudah menghubungi ajudan Gubernur agar difasilitasi untuk bertemu Pak Gubernur. Namun sampai saat ini belum mendapatkan jadwal," pungkasnya.

    Terkini