Gubernur Riau Prihatin 19 Persen Lulusan SMP Tidak Melanjutkan Pendidikan ke SMA

Sabtu, 20 September 2025 | 16:05:36 WIB
Gubernur Riau Abdul Wahid

GILANGNEWS.COM - Sebanyak 19 persen lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Provinsi Riau tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Hal itu disampaikan Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid saat malam kebersamaan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Jumat (19/9/2025) malam di Gedung Daerah Riau.

"Ini sebuah angka yang cukup memprihatinkan. Kebutuhan terhadap akses pendidikan di Riau masih sangat tinggi," kata Gubri.

  • Baca Juga BPJS Ketenagakerjaan Tambah Peserta Pekerja Informal
  • Baca Juga Kini BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Program Jaminan Pensiun.
  • Baca Juga Biaya Kecelakaan Kerja bagi yang ikut Program BPJS diTanggung 100 %
  • Gubri memaparkan kondisi pendidikan di Riau. Ia menjelaskan bahwa provinsi ini terdiri dari 10 kabupaten dan 2 kota dengan jumlah penduduk sekitar 7 juta jiwa.

    "Banyak faktor yang membuat mereka putus sekolah, mulai dari jarak tempuh yang jauh hingga kondisi ekonomi keluarga. Kami ingin memastikan anak-anak Riau tidak ada yang tertinggal dari pendidikan," tegasnya.

    Gubri menekankan, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan masa depan daerah. Ia menilai membangun infrastruktur fisik memang penting, namun membangun kualitas sumber daya manusia jauh lebih utama.

    "Kita ingin anak-anak Riau bukan hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat dalam karakter dan akhlak. Dengan begitu, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang mampu memimpin daerah ini di masa depan," ucapnya.

    Abdul Wahid menyebut, Pemprov Riau berkomitmen memperluas akses pendidikan melalui berbagai program. Beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu menjadi salah satu langkah strategis dalam meringankan beban orang tua sekaligus mendorong semangat belajar generasi muda.

    "Kami tidak ingin ada anak-anak di pelosok yang kehilangan kesempatan hanya karena keterbatasan biaya atau jarak. Pemerintah harus hadir, dan kami akan berusaha keras menghadirkan solusi," tutupnya.

    Menanggapi hal itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa Riau memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan pendidikan di wilayah Sumatera. Menurutnya, kekayaan budaya dan sumber daya alam yang dimiliki Riau dapat menjadi penopang dalam membangun generasi yang unggul.

    Mendikdasmen menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini bukan hanya soal akses, tetapi juga kualitas pembelajaran.

    "Kita perlu memastikan anak-anak kita tidak hanya bersekolah, tetapi juga belajar dengan baik dan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan," ujarnya. 

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB