JAKARTA, Gilangnews.com - Transformasi digital yang semakin masif telah mendorong perusahaan mengintegrasikan berbagai sistem dan aplikasi guna meningkatkan efisiensi operasional serta mempercepat proses bisnis. Namun, di balik kemudahan tersebut, ancaman keamanan siber yang berasal dari vendor dan mitra integrasi (third-party) kini menjadi perhatian serius.
Ketergantungan organisasi terhadap layanan eksternal seperti cloud computing, sistem pembayaran digital, aplikasi kolaborasi, hingga platform manajemen data menciptakan ekosistem yang saling terhubung. Kondisi ini membuat satu celah keamanan pada vendor atau mitra bisnis berpotensi menjadi pintu masuk serangan yang dapat memengaruhi keseluruhan sistem perusahaan.
PT Nawakara Perkasa Nusantara menilai bahwa keamanan platform integrasi harus menjadi bagian utama dari strategi manajemen risiko digital. Menurut perusahaan yang bergerak di bidang keamanan dan teknologi tersebut, perlindungan tidak lagi cukup hanya berfokus pada sistem internal, melainkan juga mencakup seluruh pihak yang terhubung dalam ekosistem digital perusahaan.