PEKANBARU, Gilangnews.com – Ratusan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar Anggota DPD/MPR RI asal Riau, Arif Eka Saputra, S.Pi, dalam kuliah umum kebangsaan di Kampus FKIP UNRI, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri dosen, sivitas akademika, serta mahasiswa dari berbagai program studi FKIP.
Sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan sebagai bekal menjadi pendidik sekaligus penjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ketua Program Studi Magister Pendidikan Dasar FKIP UNRI, Dr. Hendri Marhadi, S.E., M.Pd, menegaskan bahwa wawasan kebangsaan merupakan fondasi penting bagi mahasiswa, khususnya calon guru yang kelak membentuk karakter generasi penerus bangsa.
“Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual muda dalam menjaga kohesi sosial, memperkuat wawasan kebangsaan, serta membangun kesadaran kritis terhadap berbagai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Sementara itu, Arif Eka Saputra menjelaskan bahwa Empat Pilar MPR RI—Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—tidak cukup dipahami sebagai materi teoritis, melainkan harus menjadi pedoman berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab besar sebagai agen perubahan yang mampu menjaga persatuan, memperkuat demokrasi, serta merawat keberagaman di tengah tantangan sosial dan politik yang terus berkembang.
“Mahasiswa harus menjadikan Empat Pilar sebagai landasan moral dan intelektual dalam merespons persoalan bangsa. Dari kampus lahir pemimpin yang mampu menjaga Indonesia tetap utuh dalam keberagamannya,” kata Arif.
Sesi diskusi berlangsung dinamis. Salah seorang mahasiswa mempertanyakan relevansi Empat Pilar di tengah meningkatnya beban ekonomi dan kompleksitas persoalan masyarakat saat ini.
Menanggapi hal itu, Arif menilai Empat Pilar justru semakin relevan. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan akan kehilangan makna apabila hanya dijadikan slogan atau kegiatan seremonial, tanpa menjadi ukuran dalam menilai apakah praktik penyelenggaraan kehidupan bernegara telah sesuai dengan cita-cita konstitusi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, dengan puluhan mahasiswa bergantian mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan narasumber. Bagi sebagian besar mahasiswa baru FKIP UNRI, sosialisasi tersebut menjadi pengalaman pertama mengikuti kuliah kebangsaan yang dipandu langsung oleh Anggota MPR RI.
Melalui kegiatan ini, FKIP Universitas Riau berharap lahir calon-calon pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, nasionalisme, dan komitmen kuat dalam menjaga persatuan Indonesia.