GILANGNEWS.COM — Semangat dan mimpi besar mengiringi langkah para pesepak bola cilik asal Kota Pekanbaru. Sekolah Sepak Bola (SSB) INAFA Pekanbaru kembali dipercaya mewakili Provinsi Riau pada ajang Liga TopSkor Nasional Championship 2026 yang digelar di Lapangan ASIOP, Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada 5–9 Agustus 2026.
Keikutsertaan ini menjadi bukti konsistensi pembinaan sepak bola usia dini yang dilakukan SSB INAFA. Tim yang diberangkatkan merupakan skuad Kelompok Umur (KU) U-10, setelah berhasil keluar sebagai Juara Liga TopSkor Pekanbaru U-10, sekaligus mengamankan tiket menuju putaran nasional.
Sebanyak 11 pemain terbaik menjadi tumpuan harapan Riau dalam kompetisi yang mempertemukan juara-juara daerah dari seluruh Indonesia. Mereka adalah Vardy Pratama (SD IT Bunayya), M. Ozkan Aprilio (SD An Namiroh 3), Syahazi Hardy Anugrah (SD An Namiroh 3), Razan Onuriesta Rachmat (SD Islam Riau Global Terpadu), Rifqi Adithya Pratama (SD Negeri 109 Pekanbaru), Diego Azka (SD Negeri 109 Pekanbaru), Adithya Sharkan Putra Budza (SD An-Nur Pekanbaru), Adam Raffasya (SD IT Al-Manar), I Dewa Gede Agung Adyhastha (SD Dharma Yudha), M. Ozil Alhabsy (SDIT Bustanul Ulum), dan Zaidan Dirgantara (SDIT Al Madinah Pekanbaru).
Selama menjalani pertandingan, para pemain mendapat pendampingan langsung dari Head Coach Randi Nov Putra bersama Asisten Manajer Wawan Kurniawan, yang telah mempersiapkan tim secara intensif sebelum tampil di panggung nasional.
Partisipasi INAFA di Liga TopSkor Nasional bukanlah pencapaian yang datang secara instan. Sebelumnya, akademi sepak bola tersebut juga sukses tampil pada Piala Dunia Anak Nasional di Bandung dan mampu menembus babak delapan besar. Capaian itu memperlihatkan bahwa pembinaan yang dilakukan telah menghasilkan perkembangan signifikan, sekaligus menempatkan INAFA sebagai salah satu akademi sepak bola usia dini yang patut diperhitungkan.
Manajer SSB INAFA Pekanbaru, Muhammad Rifqy Fahlevi, mengatakan kesempatan kembali tampil di tingkat nasional merupakan buah dari kerja keras para pemain, pelatih, orang tua, serta seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap pembinaan sepak bola usia dini.
“Kami bersyukur anak-anak kembali mendapat kesempatan tampil di level nasional. Ini bukan hanya tentang mengejar prestasi, tetapi juga menjadi proses pembelajaran untuk membangun mental bertanding, karakter, disiplin, dan pengalaman menghadapi tim-tim terbaik dari seluruh Indonesia. Kami berharap anak-anak dapat bermain lepas, percaya diri, menjaga sportivitas, serta membawa nama baik Pekanbaru dan Provinsi Riau,” ujar Rifqy.
Menurutnya, pengalaman bertanding melawan tim-tim terbaik nasional akan menjadi bekal penting bagi perkembangan para pemain di masa depan. Ia berharap keberhasilan INAFA menembus kompetisi nasional mampu memotivasi semakin banyak anak-anak di Pekanbaru untuk menekuni sepak bola sejak usia dini melalui proses pembinaan yang terarah.
Dukungan penuh juga datang dari para orang tua pemain. Boby Rachmat, orang tua dari Razan Onuriesta Rachmat, menilai kesempatan tampil di tingkat nasional menjadi pengalaman yang tidak ternilai bagi perkembangan anak-anak.
“Kami sebagai orang tua merasa bangga melihat perkembangan anak-anak melalui pembinaan di INAFA. Kesempatan bertanding di tingkat nasional merupakan pengalaman yang sangat berharga, bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, dan rasa percaya diri mereka. Kami mengapresiasi dedikasi para pelatih dan manajemen INAFA yang terus memberikan ruang bagi anak-anak Riau untuk berprestasi di tingkat nasional,” katanya.
Keikutsertaan SSB INAFA Pekanbaru pada Liga TopSkor Nasional Championship 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang berburu prestasi, tetapi juga memperkuat fondasi pembinaan sepak bola usia dini di Provinsi Riau. Lebih dari itu, kiprah para pemain muda tersebut menjadi simbol bahwa Pekanbaru terus melahirkan talenta-talenta berbakat yang siap bersaing di level nasional dan menjadi harapan masa depan sepak bola Indonesia.
Tulis Komentar