OLAHRAGA

Resmi Nahkodai KONI Pekanbaru, Faisal Reza Langsung Tancap Gas Hidupkan Porkot yang Vakum 7 Tahun

Ketua KONI Provinsi Riau Iskandar Hoesin menyerahkan bendera pataka KONI kepada Ketua Umum KONI Kota Pekanbaru periode 2026–2030, Achmad Faisal Reza, usai prosesi pelantikan di Hotel Grand Elite Pekanbaru, Sabtu (1/8/2026).

PEKANBARU, Gilangnews.com – Setelah hampir tujuh tahun tanpa Pekan Olahraga Kota (Porkot), dunia olahraga Kota Pekanbaru akhirnya mendapat angin segar. Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pekanbaru periode 2026–2030 resmi dilantik dengan membawa tekad membangkitkan kembali kejayaan olahraga prestasi melalui pembinaan atlet yang lebih profesional, merata, dan berkelanjutan.

Pelantikan yang berlangsung di Hotel Grand Elite Pekanbaru, Sabtu (1/8/2026), menjadi momentum dimulainya kepemimpinan baru di bawah Ketua Umum Achmad Faisal Reza. Prosesi pelantikan dipimpin langsung Ketua KONI Provinsi Riau, Iskandar Hoesin, ditandai dengan pengambilan sumpah pengurus serta penyerahan bendera pataka KONI sebagai simbol estafet kepemimpinan.

Suasana pelantikan semakin semarak dengan kehadiran Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Wakil Wali Kota Markarius Anwar, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pekanbaru Yuliarso, pimpinan dan anggota DPRD Kota Pekanbaru, serta para pengurus cabang olahraga (cabor) se-Kota Pekanbaru.

Mengusung tema “Kolaborasi Bangun Prestasi, Olahraga Jaya, Pekanbaru Juara”, kepengurusan baru menegaskan komitmennya menjadikan KONI sebagai rumah besar bagi seluruh insan olahraga tanpa membedakan satu cabang olahraga dengan cabang lainnya.

Dalam pidato perdananya, Achmad Faisal Reza menegaskan bahwa amanah memimpin KONI bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab besar untuk mengembalikan marwah olahraga prestasi Kota Pekanbaru.

“KONI harus menjadi rumah besar bagi seluruh insan olahraga. Fokus utama kami adalah memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas pelatih, serta mengembangkan seluruh cabang olahraga di Kota Pekanbaru secara merata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Faisal, prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Dibutuhkan proses pembinaan yang disiplin, konsisten, dan didukung sistem yang kuat mulai dari tingkat klub, sekolah hingga atlet elite.

Karena itu, kepengurusan baru akan memprioritaskan pembinaan atlet usia dini, memperkuat sistem latihan, meningkatkan kompetensi pelatih melalui pelatihan dan sertifikasi, hingga membangun database atlet dan pelatih yang terintegrasi sebagai dasar penyusunan kebijakan olahraga di Kota Pekanbaru.

Ia juga memastikan tidak ada cabang olahraga yang akan diperlakukan berbeda dalam kepengurusan yang dipimpinnya.

“Semua cabang olahraga memiliki potensi dan kontribusi bagi kejayaan Kota Pekanbaru. Tidak ada yang akan dianakemaskan dan tidak ada yang akan ditinggalkan,” tegas Faisal yang disambut tepuk tangan para pengurus cabor.

Selain memperkuat tata kelola organisasi, KONI Pekanbaru juga akan memperluas kolaborasi dengan Pemerintah Kota Pekanbaru, dunia usaha, sekolah, perguruan tinggi hingga masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pembinaan olahraga.

Salah satu program yang langsung menjadi perhatian para pengurus cabang olahraga adalah keinginan menghidupkan kembali Pekan Olahraga Kota (Porkot) yang terakhir digelar pada 2019.

Menurut Faisal, ajang tersebut sangat penting sebagai sarana menjaring atlet potensial sekaligus mempersiapkan kontingen Kota Pekanbaru menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau 2027.

“Ada harapan dari teman-teman cabor untuk dapat menggelar Porkot. Terakhir dilaksanakan tahun 2019. Mesin lama sudah dingin, ibaratnya sudah kotor. Dengan kepengurusan baru ini, mesin mulai dipanaskan kembali. Kami berharap dukungan dari Wali Kota agar Porkot dapat terlaksana pada 2026 sebagai persiapan menuju Porprov Riau 2027,” katanya.

Harapan tersebut mendapat respons positif dari Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Ia menilai kepengurusan baru KONI menghadirkan energi dan optimisme baru bagi perkembangan olahraga di Kota Bertuah.

“Saya merasakan aura yang berbeda. Betul yang disampaikan Bung Reza, mesin KONI ini ibarat sudah lama dingin dan harus segera dipanaskan,” ujar Agung.

Ia berharap KONI tidak hanya menjadi organisasi administratif, tetapi benar-benar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama Kota Pekanbaru di tingkat provinsi maupun nasional.

Menurut Agung, penyelenggaraan berbagai kejuaraan olahraga juga akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah karena mampu menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi hingga pelaku usaha kecil.

“Kita ingin setiap cabang olahraga memiliki ruang untuk membuat event. Dengan adanya event olahraga, selain meningkatkan prestasi juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Pekanbaru membuka peluang penambahan anggaran KONI melalui APBD Perubahan 2026 agar pembinaan atlet dan penyelenggaraan berbagai kejuaraan dapat berjalan lebih maksimal.

“Mudah-mudahan APBD-P 2026 segera disahkan. Salah satunya untuk menambah anggaran KONI agar cabang-cabang olahraga bisa membuat event dan membina atlet,” tutup Agung.

Pelantikan ini menjadi titik awal harapan baru bagi olahraga Kota Pekanbaru. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, KONI, cabang olahraga, pelatih, atlet, hingga masyarakat, kepengurusan periode 2026–2030 diharapkan mampu membangun sistem pembinaan yang kuat dan melahirkan prestasi yang mengantarkan Pekanbaru kembali menjadi salah satu kekuatan olahraga di Provinsi Riau.


 


Tulis Komentar