PEKANBARU, Gilangnews.com – Komitmen menjaga keselamatan pekerja sekaligus memastikan pembangunan fasilitas kesehatan strategis berjalan sesuai aturan menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru. Menyikapi insiden kecelakaan kerja yang terjadi di proyek pembangunan Rumah Sakit Santa Maria di Jalan Ahmad Yani, Komisi IV DPRD Pekanbaru menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama manajemen rumah sakit, pihak kontraktor, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, Senin (20/4/2026).
Rapat yang berlangsung di Gedung DPRD Pekanbaru tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois, didampingi Wakil Ketua Nurul Ikhsan, Sekretaris Roni Amriel, serta anggota Komisi IV lainnya. Hadir pula perwakilan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pekanbaru dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pekanbaru.

Hearing tersebut digelar sebagai bentuk pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan proyek pembangunan yang menjadi perhatian publik setelah terjadinya kecelakaan kerja pada Selasa malam (7/4/2026). Insiden itu melibatkan lift barang yang digunakan di area proyek dan mengakibatkan tiga pekerja mengalami luka berat setelah terjatuh dari ketinggian.
Pelaksana Tugas Direktur Rumah Sakit Santa Maria, Ronal Jackson Sinaga, menjelaskan bahwa seluruh proses perizinan pembangunan rumah sakit telah dipenuhi sebelum tahapan konstruksi dilaksanakan.
Menurutnya, dokumen perizinan utama seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), AMDAL, dan berbagai persyaratan teknis lainnya telah dikantongi sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit berkomitmen menjalankan pembangunan sesuai regulasi dan standar yang telah ditetapkan pemerintah.
Terkait kecelakaan kerja yang terjadi, manajemen rumah sakit menjelaskan bahwa operasional dan penggunaan lift barang merupakan tanggung jawab pihak kontraktor. Bahkan, para pekerja disebut telah diingatkan agar tidak menggunakan lift barang sebagai sarana transportasi manusia karena peruntukannya hanya untuk mengangkut material konstruksi.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Rois menegaskan bahwa rapat tersebut dilaksanakan untuk memperoleh informasi secara menyeluruh dan objektif dari seluruh pihak terkait. Langkah ini dilakukan setelah DPRD menerima laporan dari masyarakat serta pemberitaan media mengenai insiden yang terjadi di lokasi proyek.
Dari hasil pembahasan, Komisi IV memperoleh penjelasan bahwa sebagian besar dokumen perizinan pembangunan telah dipenuhi. Namun demikian, DPRD menilai terdapat aspek keselamatan kerja yang harus menjadi perhatian serius, terutama terkait penggunaan fasilitas proyek yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
“Keselamatan kerja tidak boleh diabaikan dalam proyek pembangunan apa pun. Jika sebuah alat diperuntukkan untuk mengangkut barang, maka penggunaannya harus sesuai standar agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan,” tegas Rois.
Selain menyoroti aspek keselamatan kerja, Komisi IV juga memberikan perhatian terhadap proses administrasi dan teknis yang masih berjalan bersamaan dengan aktivitas konstruksi. Menurut DPRD, hal tersebut perlu dievaluasi agar seluruh tahapan pembangunan dapat berlangsung lebih tertib dan sesuai prosedur.

Sebagai tindak lanjut, Komisi IV DPRD Pekanbaru meminta penghentian sementara penggunaan lift barang yang menjadi penyebab insiden hingga dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan kerja di lokasi proyek. DPRD juga akan menjadwalkan kunjungan lapangan untuk melihat langsung kondisi proyek, termasuk melakukan peninjauan terhadap dokumen lingkungan seperti AMDAL dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).
Meski demikian, DPRD menegaskan bahwa pihaknya tetap mendukung pembangunan RS Santa Maria yang dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Pekanbaru. Kehadiran fasilitas kesehatan baru diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas pelayanan medis di tengah pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat.

Komisi IV menilai pembangunan infrastruktur kesehatan harus berjalan beriringan dengan penerapan standar keselamatan kerja yang ketat. Dengan pengawasan yang maksimal dan komitmen seluruh pihak untuk mematuhi regulasi, proyek pembangunan rumah sakit tersebut diharapkan dapat diselesaikan dengan aman, berkualitas, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Hingga saat ini, DPRD Pekanbaru belum mengambil keputusan terkait penghentian proyek secara keseluruhan. Evaluasi lanjutan akan dilakukan setelah kunjungan lapangan guna memastikan seluruh aspek keselamatan, perizinan, dan kepatuhan terhadap aturan telah terpenuhi secara optimal. (ADV)
| Editor | : | |
| Sumber | : | ZULFIKRI SH |