Geger, Polisi Terekam Video Raba-raba Dada Mayat Perempuan

Sabtu, 07 Desember 2019 | 10:06:52 WIB
Ilustrasi.

GILANGNEWS.COM - Tindakan tidak senonoh diduga dilakukan seorang anggota kepolisian Los Angeles (LAPD) kepada mayat perempuan. Ia terekam kamera melecehkan secara seksual mayat tersebut.

Dari pengakuan seorang sumber kepada Los Angeles Times, insiden tersebut terjadi ketika petugas dan seorang rekannya menanggapi laporan mengenai penemuan mayat di sebuah kompleks perumahan.

Seusai memastikan penemuan jenazah, seorang petugas polisi meninggalkan ruangan untuk kembali ke mobil patroli.

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • "Tapi seorang yang masih di dalam ruangan terlihat meraba dada jenazah," kata petugas LAPD, Jumat (6/12/2019).

    Petugas itu sebenarnya telah memantikan kamera yang terpasang di tubuhnya. Namun tak disadari, kamera sempat merekam aksinya selama dua menit. Rekaman tersebut kemudian sampai kepada departemen kepolisian. Mereka memberikan tindakan tegas.

    "Departemen kepolisian mengetahu insiden itu dan segera melakukan penyelidiikan internal," ungkap pertugas Jeff Leee.

    Sementara itu, sumber lain mengatakan, insiden polisi meraba dada mayat wanita terjadi sejak beberapa minggu lalu. Tindakan tersebut disebut tak sopan dan memancing emosi.

    "Jika tuduhan ini benar, maka perilaku yang ditunjukkan petugas tidak hanya salah tapi juga mengganggu, tidak sesuai dengan kode etik polisi di mana harus menghormati orang-orang yang sudah meninggal," ungkapnya.

    Senada dengan hal itu, Serikat Pekerja LAPD turut memberi kecaman. Mereka sepakat untuk tidak akan memberikan pembelaan kepada pelaku.

    "Kami ingin keluarga tahu bahwa perilaku yang dituduhkan ini menjijikkan, tercela dan tidak bisa dilindungi. Kami mohon maaf atas tindakan ini," kata Craig Lally, Presiden Serikat Pekerja LAPD.

    Akibat ulahnya, pelaku pun kini dibebastugaskan dari pekerjaannya.

    Terkini