GILANGNEWS.COM - Sidang Umum PBB pada Jumat menetapkan anggaran operasional senilai US$3,07 juta, dan untuk kali pertama mengalokasikan dana untuk menyelidiki kejahatan perang di Suriah dan Myanmar -- keputusan yang mendapat tentangan dari Rusia dan Korea Utara.
Anggaran operasional PBB ini naik dari periode 2019 senilai US$2,9 juta, dengan peningkatan dikarenakan misi tambahan di pos sekretariat PBB, inflasi, serta penyesuaian nilai tukar, demikian menurut para wakil negara di PBB.
Di dalam rincian anggaran juga terdapat misi pengawasan di Yaman, misi politik di Haiti, investigasi kejahatan dan perang sipil yang berlangsung sejak 2011 di Suriah, serta investigasi pada kekerasan etnis minoritas Rohingya di Myanmar.