Liburan di Florida, Trump Frustasi Jelang Sidang Pemakzulan

Ahad, 29 Desember 2019 | 11:50:20 WIB
Presiden AS Donald Trump.

GILANGNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan tanda-tanda semakin frustrasi dengan ketidakpastian seputar persidangan pemakzulan oleh Senat ketika dia menghabiskan waktu liburannya di Florida.

Dilansir dari media, Minggu (29/12), rasa frustrasi Trump semakin nyata ketika pemimpin mayoritas Senat, Mitch McConnell terus memberi sinyal tentang persidangan yang akan segera dimulai.

Sebuah sumber yang dekat dengan Trump mengatakan Politikus dari Partai Republik itu selama liburan telah mencari masukan dari berbagai sekutunya tentang siapa yang harus berada di tim pembelanya dan seperti apa strategi pembelaannya pada saat sidang nanti. Ada diskusi serius di dalamnya, namun Trump belum membuat keputusan terakhir.

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • Salah satu sumber mengatakan satu-satunya kepastian tentang tim pembela Presiden pada saat ini adalah Penasihat Gedung Putih, Pat Cipollone. Dia akan jadi ketua tim pembela dan akan dibantu oleh beberapa wakilnya. Sementara penasihat pribadi Trump akan memainkan peran yang lebih terbatas, kata sumber itu.

    Diketahui Dewan Perwakilan AS menduga Trump menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan diri dan politiknya. Dewan Perwakilan pun resmi menyetujui proses pemakzulan Trump setelah melalui dua voting, pada Rabu (19/12) malam waktu setempat.

    Trump didakwa dengan dua pasal, yakni penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi dan politik serta menghalangi penyelidikan kongres terkait isu Ukraina.

    Trump sebelumnya dilaporkan berupaya menjegal langkah rivalnya dari Partai Demokrat, Joe Biden dengan meminta Ukraina menyelidiki dugaan korupsi anaknya, Hunter Biden yang diduga rekayasa.

    Dewan Perwakilan harus menyerahkan bukti pelanggaran Trump kepada Komite Intelijen. Komite itu bertugas menyelidiki bukti dan memeriksa sejumlah saksi terkait.

    Terkini