Beijing Rilis Peringatan Darurat Kesehatan untuk Wisatawan

Jumat, 31 Januari 2020 | 18:04:42 WIB
Beijing merilis peringatan darurat kesehatan untuk wisatawan asing.

GILANGNEWS.COM - Pemerintah Beijing, China merilis peringatan kesehatan untuk pendatang dan turis asing di tengah merebaknya penyebaran virus corona.

Wisatawan diimbau untuk menempuh upaya pencegahan dan bekerja sama dengan pemerintah terkait kondisi kesehatan.

"Kota Beijing mendeklarasikan level tertinggi darurat kesehatan publik pada 24 Januari, sebagai respons kasus infeksi virus corona," tulis pemerintah Beijing dalam keterangannya.

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • Dilansir media, keterangan resmi yang dirilis juga mendesak wisatawan di Beijing untuk tetap mengikuti perkembangan terkait virus corona melalui situs resmi pemerintah dan akun WeChat resmi Biro Kesehatan Beijing.

    Wisatawan diimbau juga untuk menghindari bepergian ke keramaian dan disarankan untuk tetap berada di rumah.

    Jika hendak beraktivitas di luar ruangan, warga dan wisatawan diimbau untuk mengenakan masker.

    Apabila wisatawan merasa kondisi mereka kurang memadai dengan gejala-gejala terinfeksi virus corona, pemerintah Beijing mensiagakan sejumlah layanan kesehatan.

    "Kota ini (Beijing) memiliki 101 klik dan 20 rumah sakit khusus untuk menangani pneumonia jika mengalami gejala demam, gangguan pernapasan, dan batuk," tulisnya.

    China telah mengisolasi Provinsi Hubei, khususnya kota Wuhan yang diduga merupakan tempat asal virus corona. Diyakini virus itu berasal dari binatang yang dijual di pasar setempat.

    Kota lain di Hubei juga telah dikarantina termasuk dengan menutup akses transportasi.

    Sejauh ini dilaporkan 9.692 kasus dan 203 orang meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona di China.

    Hingga Jumat (31/1), 21 negara dilaporkan menemukan kasus wabah virus corona. Sekitar 14 negara berencana mengevakuasi warganya keluar dari Wuhan, termasuk Inggris, Korea Selatan, Prancis, Jepang, dan Amerika Serikat.

    Terkini