GILANGNEWS.COM - Bursa saham China anjlok karena sebagian besar saham utama jatuh pada pembukaan, Senin (3/1). Bursa saham China baru dibuka setelah 10 hari ditutup karena libur Tahun Baru Imlek. Shanghai Composite Index turun 8,73 persen, atau 259,83 poin. Sedangkan, Shenzhen Composite Index merosot 8,99 persen, atau 158,02 poin.
Dikutip dari media, skala penurunan kedua bursa saham tersebut cukup besar, walaupun pergerakan standar pasar saham China memang terkenal sangat fluktuatif. Anjloknya kedua bursa saham China karena keprihatinan mendalam atas dampak ekonomi wabah virus Corona. Yuan juga melemah hampir 1,5 persen terhadap dolar AS.
Namun, bursa saham Hong Kong, yakni indeks Hang Seng naik 0,17 persen, dalam beberapa menit pertama.