PM Australia Pertanyakan Laporan Indonesia Bebas Virus Corona

Jumat, 28 Februari 2020 | 18:11:42 WIB
PM Australia, Scott Morrison, menyatakan ada kesulitan tersendiri bagi Indonesia untuk mendeteksi virus corona karena wilayah yang luas.

GILANGNEWS.COM - Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mempertanyakan laporan yang menyatakan sampai hari ini belum terjadi kasus pasien positif terinfeksi virus corona (covid-19) di Indonesia hingga hari ini, Jumat (28/2).

Dikutip dari The Sydney Morning Herald, Morrison mempertanyakan kemungkinan ada kasus corona di Indonesia yang belum terkonfirmasi dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Australia, 3AW.

Dalam wawancara tersebut, Morrison mengatakan klaim Indonesia terkait belum ada data soal infeksi virus corona merupakan "fungsi dari kemampuan mereka untuk menguji".

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • Dalam program bincang-bincang itu, penyiar Neil Mitchell lantas mengajukan pertanyaan penegasan kepada Morrison soal bagaimana jika "sebenarnya sudah ada kasus [virus corona] tetapi mereka [pemerintah Indonesia] belum mengonfirmasinya?"

    "Itu [Indonesia] adalah negara yang sangat besar dan banyak pulau dan akan sangat sulit untuk memberikan jaminan absolut tentang jumlah tersebut," ujar Morrison.

    "Saya tidak bermaksud [tidak sopan]. Indonesia memiliki sistem kesehatan yang berbeda dengan Australia. Dan kami memiliki kapasitas yang berbeda untuk memberikan jaminan tersebut," lanjutnya lagi.

    Secara terpisah, Sekretaris Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, menyatakan sudah bekerja keras dalam mendeteksi dan mencegah penyebaran virus corona di Indonesia.

    "Jangan mengukur menggunakan standar Australia. Indonesia bukan Australia, Australia bukan Indonesia," ujarnya.

    "Kondisinya berbeda. Kami telah melakukan semuanya sesuai prosedur, Anda sebaiknya menanyakan kepada WHO," kata Achmad.

    Perkara prosedur penanganan yang sudah dilakukan Indonesia, Achmad mengatakan hal tersebut jadi wewenang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, menegaskan pasien yang meninggal di Semarang sudah dinyatakan negatif corona, dan meninggal karena flu babi atau virus H1N1.

    Sedangkan laporan yang menyebut seorang warga Jepang terjangkit virus corona usai berkunjung ke Bali ternyata keliru. Setelah dilakukan uji klinis, yang bersangkutan dinyatakan terpapar virus SARS atau CoV-2.

    Terkini