Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
Kepemilikan Trump atas bangunan itu mendapat sedikit perhatian sebelum dan sesudah kampanye Pemilihan Presiden pada 2016 lalu. Namun sebagian besar publik tidak mengetahui perihal hubungan Trump dengan Bank China, hingga pada Sabtu (18/4) lalu, Trump mengatakan bahwa "China akan memiliki Amerika Serikat" jika Joe Biden terpilih pada bulan November mendatang.
Seperti diketahui, Joe Biden yang disebut Trump merupakan mantan wakil Presiden AS. Ia kini menjadi rival Trump dari Partai Demokrat pada Pemilihan Presiden pada November 2020.
Trump mengklaim jika Bidan dan China memiliki hubungan yang 'halus'. China sejauh ini sangat terlibat dalam kerajaan bisnis Trump. Sebuah perusahaan konstruksi milik China membantu membangun Trump World Golf Club di Dubai.
Selain itu Beijing juga telah memberikan merek dagang kepada bisnis milik anak perempuan Trump, Ivanka. Pendekatan Trump ke China telah berganti-ganti antara agresif dan aman, terutama dalam kaitannya dengan presiden China, Xi Jinping, yang menurut Trump memiliki hubungan erat dengannya.
Selain itu, Trump telah menunjukkan sikap lunaknya pada China sejak awal pandemi virus corona (covid-19) lalu. Dalam sebuah cuitan di akun Twitternya, ia memuji China atas kegigihannya melawan virus corona.
"China telah bekerja sangat keras untuk mengendalikan virus corona. Amerika Serikat sangat menghargai upaya dan transparansi mereka. Itu semua akan bekerja dengan baik. Khususnya, atas nama Rakyat Amerika, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Xi! " tulis Trump.
Pernyataan itu mengundang respons sebagian orang. Seorang jurnalis the Washington Post Isaac Stone Fish menulis dalam cuitan akun twitternya,
Bank China adalah bank milik negara dan di kendalikan oleh Dewan Negara China yang merupakan badan administrasi China yang diketuai oleh Perdana Menteri Li Keqiang.
Atas pinjaman Trump, ia mengkhawatirkan jika hal tersebut dapat menjadikan konflik kepentingan seperti bagaimana jika China membatalkan pinjaman atau meminta Trump membayar pinjaman lebih awal.
"Saya mempelajari pengaruh Beijing terhadap Amerika, dan ini adalah konflik kepentingan yang paling bermasalah yang pernah saya lihat," kata dia.
"Apakah ini sebabnya Trump sering memuji Ketua Tiongkok Xi Jinping? Apakah ini yang menyebabkan dia meremehkan kebijakan atau pernyataan publiknya sendiri? Ini menimbulkan banyak pertanyaan," lanjut Isaac.
Terkini
Kamis, 15 Januari 2026 | 14:23:47 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 22:06:44 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:59:01 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:51:32 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:48:09 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:36:04 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:30:30 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:24:30 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:16:39 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:12:57 WIB