Melonjak 7 Ribu dalam 24 Jam, Total Kasus Corona di Rusia Tembus 100 Ribu

Kamis, 30 April 2020 | 17:37:21 WIB
Warga Rusia diminta tetap di rumah hingga 11 Mei mendatang.

GILANGNEWS.COM - Total kasus virus Corona (COVID-19) di Rusia telah menembus angka 100 ribu kasus. Lonjakan terjadi setelah otoritas kesehatan Rusia melaporkan tambahan 7.099 kasus dalam 24 jam terakhir.

Seperti dilansir, Kamis (30/4/2020), data terbaru otoritas Rusia menyebut total kasus virus Corona di negara itu kini mencapai 106.498 kasus. Dengan angka tersebut, Rusia telah melampaui Iran dan China untuk total kasus. Rusia kini berada di urutan ke-8 untuk kasus virus Corona terbanyak di dunia.

Jumlah korban meninggal akibat virus Corona di Rusia kini mencapai 1.073 orang.

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • Dengan tambahan kasus harian terus mengalami peningkatan, Presiden Vladimir Putin pada pekan ini mengingatkan bahwa situasinya masih 'sangat sulit'. Putin menyebut bahwa Rusia berhasil memperlambat penyebaran virus Corona, namun dia memperingatkan bahwa hal ini 'tidak seharusnya membuat kita terlalu yakin'.

    Pekan ini, otoritas Rusia memperpanjang periode 'non-working' hingga 11 Mei mendatang, dengan warga Rusia diminta tetap di rumah namun tetap menerima gaji. Namun langkah ini memicu ketidakpastian bagi perekonomian Rusia dan para pemilik bisnis berjuang untuk membayar gaji penuh kepada para pegawai saat operasional ditutup.

    Pada Rabu (29/4), Perdana Menteri Mikhail Mishustin mengumumkan perpanjangan larangan masuk untuk warga asing, yang seharusnya berakhir pada Kamis (30/4) waktu setempat. Larangan masuk itu diperpanjang hingga 'perjuangan melawan penyebaran virus berakhir dan situasi epidemi membaik'.

    Terkini