Jokowi: Daerah yang Melaksanakan PSBB Harus Punya Target Terukur

Senin, 04 Mei 2020 | 10:57:28 WIB
Presiden Jokowi.

GILANGNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada daerah-daerah yang melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) memiliki target yang jelas. Misalnya soal jumlah tes PCR hingga jumlah pelacakan per harinya.

"Setiap daerah yang melakukan PSBB harus memiliki target-target yang terukur. Ada targetnya. Misalnya, berapa jumlah pengujian sampel yang telah dilakukan, tes PCR yang telah dilakukan. apakah pelacakan yg agresif telah dikerjakan, berapa yang telah ditracing setiap hari. Betul-betul ini yang harus dikerjakan," kata Jokowi dalam rapat terbatas laporan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 lewat konferensi video, Senin (4/5/2020).

PSBB sudah diterapkan di 22 kabupaten/kota di 4 provinsi. Jokowi ingin melihat evaluasi PSBB di sejumlah daerah.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • "Ini perlu evaluasi, mana yang penerapannya yang terlalu over, terlalu kebablasan dan mana yang masih kendor. Ini penting sehingga bisa melakukan perbaikan-perbaikan di kota/kabupaten dan provinsi yang melakukan PSBB," ujar Jokowi.

    Evalauasi PSBB penting dilakukan kata Jokowi. Hal itu sebagai langkah perbaikan untuk perpanjangan PSBB atau tidak.

    "Evaluasi penting sehingga kita bisa melakukan perbaikan di kota kabupaten maupun provinsi yang melakukan PSBB," katanya.

    PSBB diterapkan di sejumlah daerah sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona (COVID-19). Usulan PSBB yang diajukan daerah kemudian harus mendapat persetujuan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

    Terkini