DPR Kritik Tito Anggarkan Rp168 Miliar untuk Lomba New Normal

Selasa, 23 Juni 2020 | 11:14:57 WIB
Mendagri Tito Karnavian saat pemberian penghargaan Swasti Saba Kab/Kota Sehat 2019, di Kementerian Dalam Negeri. Jakarta, Selasa, 19 November 2019.

GILANGNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi II DPR Fraksi NasDem Saan Mustopa mengkritik Mendagri Tito Karnavian yang menggagas lomba video new normal dengan total hadiah sebesar Rp168 miliar.

Alih-alih menganggarkan dana hingga ratusan miliar untuk lomba video, Saan menilai Tito lebih baik fokus dalam persiapan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi virus corona.

"Lebih baik misalnya dana-dana seperti itu ya dialokasikan, apalagi Pak Mendagri sekarang kan lagi punya pekerjaan besar yaitu terkait dengan Pilkada di tengah pandemi," kata Saan saat dihubungi wartawan, Senin (22/6/2020).

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Saan menilai anggaran tersebut bisa dipakai untuk daerah-daerah yang masih bergelut dengan pandemi corona tetapi juga harus menyiapkan pelaksanaan Pilkada 2020. Menurutnya, pemerintah daerah yang bersangkutan membutuhkan banyak hal.

    "Ini menurut saya bukan saatnya untuk membikin lomba seperti itu ya lebih baik dicek aja ke lapangan pak Mendagri bikin tim untuk cek ke lapangan daerah yang sudah new normal keadaan sesungguhnya gimana. Daripada lewat video saja," kata dia.

    Sebelumnya, Kemendagri menggelar lomba simulasi tatanan normal baru atau new normal pandemi virus corona. Anggaran Rp168 miliar digelontorkan sebagai hadiah bagi 84 pemda pemenang.

    Dalam lomba itu, Kemendagri memberi Rp3 miliar untuk pemenang pertama, Rp2 miliar untuk pemenang kedua, dan Rp1 miliar untuk pemenang ketiga.

    Dana yang dipakai Kemendagri berasal dari Dana Insentif Daerah (DID). DID bisa dipakai untuk memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah berkinerja baik.

    Di antaranya dalam hal mengelola keuangan dan kesehatan fiskal daerah, pelayanan dasar masyarakat, peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

    Berikut daftar pemenang Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19:

    A. Sektor Transportasi Umum

    Klaster Provinsi:
    1. Jawa Timur
    2. Bali
    3. Kalimantan Tengah

    Klaster Kota
    1. Bengkulu
    2. Banda Aceh
    3. Semarang

    Klaster Kabupaten
    1. Sintang
    2. Tegal
    3. Tapanuli Utara

    Klaster Kabupaten Tertinggal
    1. Jayawijaya
    2. Seram Bagian Barat
    3. Kepulauan Sula

    B. Sektor Tempat Wisata
    Klaster Provinsi
    1. Jawa Tengah
    2. Jawa Timur
    3. Sulawesi Selatan

    Klaster Kota
    1. Semarang
    2. Bogor
    3. Pare-pare

    Klaster Kabupaten
    1. Sintang
    2. Gunung Kidul
    3. Trenggalek

    Klaster Kabupaten Tertinggal
    1. Sigi
    2. Rote Ndao
    3. Seram Bagian Barat

    C. Sektor Pelayanan Terpadu Satu Pintu
    Klaster Provinsi
    1. Sulawesi Tengah
    2. Kalimamtan Utara
    3. Jawa Tengah

    Klaster Kota
    1. Bekasi
    2. Bandung
    3. Surabaya

    Klaster Kabupaten
    1. Trenggalek
    2. Sinjai
    3. Situbondo

    Klaster Kabupaten Tertinggal
    1. Nias
    2. Seram Bagian Barat
    3. Sumba Barat

    D. Sektor Hotel
    Klaster Provinsi
    1. Jambi
    2. Kalimantan Utara
    3. Sulawesi Selatan

    Klaster Kota
    1. Pekanbaru
    2. Surabaya
    3. Semarang

    Klaster Kabupaten
    1. Trenggalek
    2. Kebumen
    3. Sintang

    Klaster Kabupaten Tertinggal
    1. Sumba Barat Daya
    2. Seram Bagian Barat
    3. Tojo Una-una

    E. Sektor Restoran
    Klaster Provinsi
    1. Lampung
    2. D.I. Yogyakarta
    3. Jambi

    Klaster Kota
    1. Bogor
    2. Tangerang
    3. Jambi

    Klaster Kabupaten
    1. Trenggalek
    2. Tabalong
    3. Lumajang

    Klaster Kabupaten Tertinggal
    1. Sumba Barat Daya
    2. Sumba Barat
    3. Seram Bagian Barat

    F. Sektor Pasar Modern
    Klaster Provinsi
    1. Jawa Timur
    2. Lampung
    3. D.I. Yogyakarta

    Klaster Kota
    1. Bogor
    2. Sukabumi
    3. Semarang

    Klaster Kabupaten
    1. Aceh Tamiang
    2. Kebumen
    3. Tulungagung

    Klaster Kabupaten Tertinggal
    1. Seram Bagian Barat
    2. Belu
    3. Nias

    G. Sektor Pasar Tradisional
    Klaster Provinsi
    1. Bali
    2. Sulawesi Selatan
    3. Lampung

    Klaster Kota
    1. Bogor
    2. Semarang
    3. Palembang

    Klaster Kabupaten
    1. Banyumas
    2. Lumajang
    3. Semarang

    Klaster Kabupaten Tertinggal
    1. Limbata
    2. Seram Bagian Barat
    3. Pesisir Barat

    Terkini