GILANGNEWS.COM - Polisi cepek atau Pak Ogah (orang yang berusaha 'mengatur' lalu lintas dengan imbalan uang dari pengguna jalan) masih banyak ditemukan di beberapa U-turn di Kota Pekanbaru. Keberadaan mereka kerap menyebabkan jalan jadi macet.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru Yuliarso saat dikonfirmasi menyebutkan, Pak Ogah marah di jalanan karena perilaku masyarakat sendiri yang memberikan uang kepada oknum itu. Keberadaan Pak Ogah masih bisa dijumpai di U-turn Jalan Tuanku Tambusai.
"Makanya kita minta masyarakat patuhi rekayasa dan aturan lalu lintas yang sudah kita buat. Inikan, seolah-olah itu tanggung jawab kita semua, padahal mereka itu hadir karena masyarakat sendiri," kata Yuliarso, Rabu (15/7/2020).