GILANGNEWS.COM - Ekonom Indef Bhima Yudhistira Adhinegara menilai lonjakan utang pemerintah bisa berpotensi memicu aliran modal asing keluar (capital outflow) hingga krisis ekonomi. Ia menilai utang pemerintah saat ini tumbuh lebih agresif ketimbang utang sektor swasta yang justru mulai melandai sejak 2018 lalu.
"Ini kondisinya beda dengan 1998 silam. Bahkan, lebih bahaya karena penyebab capital outflow justru bisa berasal dari pemerintah, dari government bond (utang pemerintah)," ujarnya dalam sebuah diskusi, Senin (7/9) malam.
Pada semester I 2020, posisi utang Indonesia tercatat Rp5.264,07 triliun. Sementara itu, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 32,96 persen, dengan asumsi PDB senilai Rp15.972,7 triliun.