KPK Imbau Jangan Pilih Cakada dengan Jejak Rekam Tersangkut Kasus Korupsi

Selasa, 27 Oktober 2020 | 18:46:57 WIB
Ilustrasi.

GILANGNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau agar masyarakat tidak memilih calon kepala daerah (Cakada) yang pernah tersangkut kasus korupsi, di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember mendatang.

Demikian disampaikan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam webinar 'Pembekalan Pilkada Berintegritas 2020', Selasa (27/10/2020) di Jakarta.

Menurutnya cakada yang pernah tersangkut kasus korupsi, baik itu eks terpidana korupsi, maupun orang yang terindikasi terlibat tindak pidana korupsi, layak untuk untuk diwaspadai dan dihindari oleh masyarakat sebagai pemilih yang bijak.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • "Pilih calon kepala daerah yang tak pernah terlibat dalam tindak pidana korupsi," kata Lili Pintauli Siregar.

    Selain itu, masyarakat juga diajak untuk mempelajari rekam jejak dari para cakada. Sehingga masyarakat diharapkan dapat memilih kepala daerah yang tetap.

    Sementara terhadap kebiasaan politik uang atau serangan fajar yang sering terjadi di setiap pemilihan, Lili Pintauli Siregar mengharapkan masyarakat bersikap bijak menghadapinya, karena sifat politik uang seperti itu dikhawatirkan berdampak buruk pada masa depan daerah pemilihan yang dipimpin oleh kepala daerah tersebut.

    "Menghadapi politik uang baik itu serangan fajar, masyarakat harusnya bersikap bijak. Ya bisa jadi, ambil uangnya jangan pilih orangnya. Karena jika pemimpin dengan sikap seperti itu terpilih ke depannya akan berdampak buruk kepada daerah yang dipimpinnya," pukas Lili.

    Terkini