GILANGNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah kabar yang beredar di publik soal dugaan gelombang panas tengah melanda Indonesia. Isu ini muncul disertai peringatan suhu udara akan mencapai 40 derajat celcius dan anjuran agar masyarakat tidak mengonsumsi air dingin atau air es.
"Berita yang beredar ini tentu tidak tepat, karena kondisi suhu panas dan terik saat ini tidak bisa dikatakan sebagai gelombang panas," ungkap Kepala Bagian Humas BMKG Akhmad Taufan Maulana dalam pernyataan kepada wartawan, Minggu (15/11).
Taufan menjelaskan kondisi saat ini tidak menandakan gelombang panas karena suhu maksimum di wilayah Indonesia tercatat berada di kisaran 36 derajat celcius. Suhu tersebut terjadi di Bima, Sabu, dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada 12 November 2020 lalu.