PKB soal Suksesi Panglima TNI: KSAD Andika Paling Senior, Jadi Pertimbangan

Selasa, 15 Juni 2021 | 17:06:29 WIB
KSAD, Jenderal TNI Andika Perkasa (Wilda/detikcom)

GILANGNEWS.COM - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan pensiun dari jabatannya pada November 2021. Siapa perwira tinggi TNI yang cocok menjadi Panglima TNI jadi tanda tanya.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB Taufiq Abdullah menilai ketiga kepala staf di TNI layak menjadi Panglima TNI. Menurut Taufiq, ketiga kepala staf saat ini telah menempuh jenjang karir dan syarat formal.

"Secara profesional, ketiga kepala staf layak menjadi panglima. Karena mereka telah menempuh jenjang yang dibutuhkan, baik dari sisi kepangkatan ataupun persyaratan formal untuk menduduki posisi itu," kata Taufiq kepada wartawan, Selasa (15/6/2021).

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Komisi I DPR RI, kata Taufiq, menunggu nama calon Panglima TNI yang akan disetorkan Presiden Jokowi. Komisi I akan menguji calon Panglima TNI tersebut dalam rapat di DPR.

    "Tapi semua kembali kepada Presiden yang memiliki kewenangan untuk menyeleksi dan pada saatnya nanti mengangkatnya. Komisi I menunggu, karena sesuai kewenangan kami adalah setuju atau tidak setuju terhadap nama yang disampaikan Presiden," ujar anggota Dewan Syuro PKB ini.

    Taufiq menjelaskan bahwa sesuai UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, penunjukan jabatan Panglima TNI dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat kepala staf angkatan.

    "Tapi UU tidak memerintahkan harus bergantian. Artinya, UU memberikan kelonggaran kepada Presiden untuk mengambil keputusan sesuai pertimbangan-pertimbangan lain," ujar Taufiq.

    "KSAD sekarang adalah yang paling senior di antara para kepala staf. Ini bisa menjadi pertimbangan Presiden. Kita tunggu saja," imbuhnya.

    Halaman :

    Terkini